Ada 443 Ribu Pengguna di 30 November, KRL Catat Rekor Selama Masa PSBB

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 00:58 WIB
Sejumlah calon penumpang berjalan menuju KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). Hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di wilayah Jakarta, suasana penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor terlihat lengang serta kapasitas pengguna hanya 50 persen dengan membatasi setiap gerbongnya hanya dapat diisi 74 penumpang. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wsj.
Foto: Kereta Rangkaian Listrik di Stasiun Bogor (ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH).
Jakarta -

Terjadi kenaikan penumpang kereta rangkaian listrik (KRL) pada bulan November 2020 dibandingkan dengan bulan lalu. Bahkan, terjadi rekor penumpang sejak PSBB diberlakukan di Jabodetabek.

"KAI Commuter juga mencatat sejak Januari hingga November 2020 telah melayani 141.449.845 pengguna. Bahkan di hari Senin (30/11) lalu tercatat pengguna harian tertinggi KRL selama masa PSBB yaitu mencapai 443.633 pengguna," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba dalam keterangannya, Selasa (1/12/2020).

Selain itu, KRL pun mencatat kenaikan jumlah penumpang saat akhir pekan. Disebut, rekor penumpang saat akhir pekan terjadi pada Sabtu (28/11).

"Sejalan dengan meningkatnya volume pengguna KRL di hari kerja, volume pengguna KRL di akhir pekan juga mengalami kenaikan. Sebagai contoh pada Sabtu (28/11) lalu merupakan volume pengguna tertinggi di akhir pekan dengan 364.127 pengguna per hari," katanya.

Pada November 2020, KRL telah mengankut penumpang sebanyak 11 juta penumpang. Angka itu merupakan kenaikan 13 persen dibandingkan dengan penumpang pada bulan sebelumnya.

"Di tengah penerapan protokol kesehatan yang ketat, sepanjang November 2020 KAI Commuter telah melayani 11.451.083 pengguna atau meningkat 13% dibanding bulan Oktober 2020 dengan rata-rata jumlah pengguna pada hari kerja menyentuh angka 412.187 orang per hari," ucapnya.

KAI Commuter menyebut melakukan tindakan pencegahan agar protokol kesehatan tetap berjalan. Sehingga, tidak terjadi penumukan penumpang.

"Melihat kondisi yang demikian, KAI Commuter terus memaksimalkan penerapan protokol kesehatan di stasiun utamanya menjaga jarak. Upaya ini dilakukan dengan melakukan antrean penyekatan di sejumlah titik di stasiun. Selanjutnya KAI Commuter juga akan menambah rangkaian dengan formasi 12 kereta (SF 12) yang beroperasi. Pada awal Desember ini akan ada lima rangkaian dengan formasi 12 kereta yang menggantikan rangkaian dengan formasi 10 maupun 8 kereta," katanya.

Sampai saat ini, KRL masih beroperasi normal dari pukul 04.00 sampai 24.00 WIB. Namun, tak menutup kemungkinan jika terjadi perubahan karena perkembangan pandemi virus Corona.

"Namun melihat jumlah kasus COVID-19 yang masih terus bertambah di Jabodetabek, KAI Commuter akan senantiasa mengikuti perkembangan regulasi dari pemerintah daerah setempat mengenai jam operasional transportasi publik," katanya.

(aik/aik)