Pengacara Klaim Acara HRS Tak Timbulkan Kondisi Darurat Kesehatan

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 20:47 WIB
Jakarta -

Pengacara menyoroti penyidikan kasus kerumunan acara Habib Rizieq Shihab di Petamburan. Menurut pengacara, kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri Habib Rizieq tidak menimbulkan kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat.

"Pasal 160 KUHP itu terkait putusan MK tidak bisa berdiri sendiri dan harus bersandar dengan tindak pidana lainnya. Menariknya terkait Pasal 93 (UU Karantina Kesehatan) ini ada frase dapat menyebabkan kedaruratan kondisi kesehatan masyarakat," kata pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Aziz mengatakan tidak pernah ada kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat yang ditimbulkan dari kerumunan massa yang terjadi di Petamburan maupun di Tebet. Atas dasar tersebut, menurut Aziz Yanuar, Habib Rizieq tidak dapat dijerat dengan UU Karantina Kesehatan.

"Dari sisi hukum tidak pernah ada kondisi kedaruratan masyarakat atas kerumunan yang terjadi di Tebet dan Petamburan," jelasnya.

"Oleh karena itu, menurut hemat kami, penerapan (pasal) 160 dan apalagi ditambah Pasal 93 (UU Karantina Kesehatan) yang tidak memenuhi unsur kedaruratan kesehatan masyarakat maka seharusnya tidak dapat dikenakan ke Habib Rizieq," sambung Aziz.

Habib Rizieq Shihab sendiri dipanggil polisi untuk diperiksa terkait kerumunan di Petamburan. Ada beberapa hal yang akan ditanyakan penyidik kepada Habib Rizieq, salah satunya soal dugaan hasutan kerumunan.

"Kita lakukan pemanggilan beberapa saksi yang ada tersangkut ke Pasal 160 KUHP atau Pasal 93 di UU Karantina Kesehatan dan di Pasal 216 KUHP," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/11).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2