Kasus Tewasnya Mahasiswa Kendari, Brigadir AM Divonis 4 Tahun Bui

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 17:57 WIB
Hakim membacakan putusan untuk Brigadir AM di pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Hakim membacakan putusan untuk Brigadir AM di pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta -

Brigadir Abdul Malik (AM) divonis 4 tahun penjara terkait kasus penembakan mahasiswa bernama Randi di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Brigadir AM dinyatakan bersalah karena kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia dan terluka.

"Mengadili menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan bersalah karena kealpaannya membuat orang mati dan kealpaannya menyebabkan orang luka," kata hakim ketua Agus Widodo membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (1/12/2020).

"Menjatuhkan pidana selama 4 tahun penjara," imbuhnya.

Sidang pembacaan putusan dilakukan secara virtual. Hanya majelis hakim yang hadir di ruang sidang, sementara JPU, kuasa hukum terdakwa, dan terdakwa Brigadir AM hadir secara virtual. Sidang dimulai pukul 16.30 WIB

Hakim mengatakan, akibat kelalaian Brigadir AM itu, mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, bernama Randi tewas tertembak saat mengikuti demo di depan DPRD Sultra yang berakhir ricuh. Selain itu, Brigadir AM dinyatakan bersalah karena kelalaiannya membuat orang terluka.

"Terdakwa menekan pistolnya sebanyak dua kali. Akibat peluru yang telah diletuskan dari pistol tersebut telah menyebabkan Randi meninggal dunia. Menimbang pasal lain, selain menyebabkan kematian Randi, letusan pistol milik terdakwa telah melukai saksi. Dengan demikian, unsur tindak pidana telah terpenuhi," kata Agus dalam pertimbangannya.

Hakim membacakan putusan untuk Brigadir AM di pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Ibnu Hariyanto/detikcom)Hakim membacakan putusan untuk Brigadir AM di pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Ibnu Hariyanto/detikcom)

Selanjutnya, hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa:

Selanjutnya
Halaman
1 2