Kenaikan Kasus Corona di RI Sepekan Terakhir Naik 19,8%, Jateng-Banten Tertinggi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 17:14 WIB
Poster
Ilustrasi penyebaran virus Corona di RI (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 mengungkapkan data kenaikan kasus virus Corona (COVID-19) dalam satu pekan terakhir. Satgas COVID-19 menyebut kasus Corona di RI pada pekan ini naik 19,8 persen dari pekan sebelumnya.

"Berdasarkan data yang kami dapatkan dari Kementerian Kesehatan pada satu minggu terakhir, terjadi kenaikan kasus cukup besar, yaitu 19,8 persen, yaitu dari 30.555 pada minggu lalu menjadi 36.600 pada minggu ini," kata jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube BNPB, Selasa (1/12/2020).

Selain itu, Wiku menjabarkan jumlah provinsi yang mengalami kenaikan dan penurunan kasus pada satu minggu terakhir. Menurut Wiku, jumlah provinsi yang mengalami kenaikan dan penurunan kasus seimbang.

"Pada pekan ini terjadi keseimbangan antara provinsi yang mengalami kenaikan kasus, yaitu dengan 17 provinsi, dan yang mengalami penurunan jumlah kasus, yaitu juga 17 provinsi," ungkap Wiku.

Lebih lanjut Wiku memaparkan lima besar provinsi dengan kenaikan kasus Corona tertinggi selama satu minggu terakhir. Posisi pertama diduduki Jawa Tengah.

"Pada provinsi yang mengalami kenaikan kasus, maka kenaikan tertinggi terlihat di Jawa Tengah, yaitu naik sebesar 3.680 atau dari 3.937 menjadi 7.617. Disusul oleh Banten naik sebesar 519, dari 645 menjadi 1.064. Jawa Timur naik sebesar 412, dari 2.392 menjadi 2.804. Lampung naik sebesar 307, dari 344 menjadi 651. Kepulauan Riau naik lebih dari dua kali lipat, yaitu 298, dari 205 menjadi 503," papar Wiku.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut kasus aktif dan kesembuhan pasien COVID-19 di Indonesia memburuk, khususnya di DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Jokowi menyebut kasus aktif Corona di RI meningkat menjadi 13,41 persen.

"Agar dilihat betul-betul kenapa peningkatannya begitu sangat drastis, hati-hati," ujar Jokowi dalam ratas laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di YouTube Setpres, Senin (30/11).

(zak/gbr)