Jokowi Ungkap Alasan Beri Warning Keras soal Kasus Corona Memburuk

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 16:34 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Kris/Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap alasan memberikan peringatan keras terkait kasus virus Corona (COVID-19) yang sempat memburuk. Jokowi tidak ingin laju kenaikan kasus Corona itu semakin tak terkendali.

"Melihat ini kita sebetulnya sangat optimis dalam pengendalian COVID ini tetapi kemarin saya sampaikan saya memang kalau ada peningkatan sedikit saja pasti saya akan berikan warning secara keras karena kita nggak mau ini keterusan," kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna Strategi Implementasi APBN 2021 seperti ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/12/2020).

Jokowi menyoroti kasus Corona di sejumlah daerah yang meningkat. Jokowi mengatakan hal itu harus menjadi perhatian bersama.

"Jadi saya ingatkan itu karena memang ada kenaikan sedikit, itu yang harus segera diperbaiki dan di beberapa kota dan kabupaten itu ada kenaikan itu segera dikejar dihentikan jangan sampai terus menanjak ke atas dan juga satu-dua-tiga provinsi yang perlu diberikan perhatian," kata Jokowi.

Jokowi lantas menyampaikan update penanganan Corona per 30 November 2020. Jokowi menyebut angka kesembuhan Corona di Indonesia lebih baik dari dunia.

"Tingkat kesembuhan di Indonesia, angka kesembuhan negara kita di angka 83,6 persen, ini lebih baik dari rata-rata angka kesembuhan dunia yang berada di angka 69,03 persen. Sudah lebih baik, jauh lebih baik," tutur Jokowi.

Selain itu, kata Jokowi, kasus aktif di Indonesia juga terus membaik. Kasus aktif Corona di Indonesia jauh di bawah rata-rata dunia.

"Sekarang ini 13,25 persen ini juga jauh lebih baik dari angka rata-rata kasus aktif dunia yaitu di angka 28,55 persen. Hanya yang masih belum, harus kita perbaiki di angka kematian kita masih di 3,1 persen angka kematian dunia 2,32 persen," imbuh Jokowi.

Selanjutnya
Halaman
1 2