Kasus Corona Memburuk, Deretan RS di Daerah Ini Mulai Penuh Sesak

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 10:57 WIB
Kampung Rawa Pasung RW 22, Kelurahan Kota Baru, Bekasi, Jawa Barat, disebut sebagai kampung siaga COVID-19. Kampung ini dipenuhi mural tentang bahaya Corona.
Ilustrasi / Mural apresiasi kepada tenaga kesehatan yang jadi garda terdepan penanganan pandemi Corona (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)

Saat itu dilaporkan ada 340 kasus aktif positif COVID-19 di Sleman. Sebanyak 65 kasus di antaranya dirawat di RS sedangkan sisanya dirawat di fasilitas darurat maupun isolasi mandiri.

Surabaya

Sementara itu, di Surabaya, pasien RS pun kembali meningkat dalam 2 pekan. Ruang isolasi hingga ICU pasien COVID-19 penuh. Salah satunya di RS Unair Surabaya.

Jubir Tim Satgas COVID-19 RS Unair, dr Alfian Nur Rosyid SpP mengatakan, saat ini jumlah pasien COVID-19 di Gedung Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) penuh. Baik di ruang isolasi maupun di ruang perawatan intensif ICU.

Per Minggu (29/11) ada penambahan kasus baru sebanyak 412 orang. Penyebabnya ada dua, yakni pasca long weekend dan kendornya protokol kesehatan.

Karawang

Kondisi RS penuh juga dilaporkan terjadi di Jawa Barat. Di Karawang, jumlah pasien Corona terus bertambah. Hotel Grand Kenari, tempat merawat pasien Corona di Karawang bahkan sudah hampir penuh. Dari 48 tempat tidur yang disiapkan, cuma 8 tempat tidur tersisa.

"Hotel tempat alternatif menampung pasien Corona sudah penuh. Tapi kita belum ada rencana menambah hotel baru. Perusahaan yang karyawannya positif harus koordinasi dengan Dinkes. Nanti dicarikan tempat isolasinya," kata Fitra Hergyana, Jubir Satgas Penanggulangan COVID-19 Karawang saat dikonfirmasi via telepon, Senin (23/11).

Fitra mengungkapkan, dalam bulan ini, ditemukan 491 orang positif Corona di Karawang. Lonjakan ini, ungkap Fitra didominasi oleh karyawan pabrik. "Pertambahan pesat dari klaster industri. Saat ini ditemukan dua pabrik baru yang pegawainya positif," kata Fitra.

Tasikmalaya

Begitu pula di Kabupaten Tasikmalaya yang pekan lalu masuk ke dalam zona merah penyebaran COVID-19 akibat penambahan kasus positif Corona yang tinggi. Kondisi itu juga berdampak terhadap fasilitas kesehatan di Kabupaten Tasikmalaya yang saat ini telah melebihi kapasitas.

Direktur Utama RSUD SMC Singaparna Iman Firmanysah membenarkan saat ini terjadi lonjakan pasien COVID-19. Pihaknya juga sudah tidak mampu lagi menampung pasien COVID-19 karena ruang isolasi yang tersedia sudah terisi penuh.

"Benar sekarang ada lonjakan pasien COVID-19 di Kabupaten Tasikmalaya. Kami juga alami over load pasien yang masuk ke rumah sakit. Dari total 24 ruangan untuk isolasi mandiri sudah terisi penuh termasuk ruang ICU COVID penuh juga," kata Iman, saat ditemui di kantornya, Senin (23/11/2020).

Jokowi Soroti Penanganan Corona Memburuk

Presiden Jokowi memaparkan data terbaru terkait angka kasus Corona di RI. Dia menyebut kasus aktif Corona di RI meningkat menjadi 13,41 persen.

Awalnya Jokowi menyebut dua provinsi, yakni DKI Jakarta dan Jawa Tengah, yang mengalami kenaikan drastis kasus positif dalam 2-3 hari belakangan. Jokowi lantas mewanti-wanti kenapa dua daerah itu bisa sangat drastis kenaikan kasusnya.

"Agar dilihat betul-betul kenapa peningkatannya begitu sangat drastis, hati-hati," ujar Jokowi dalam Ratas Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di YouTube Setpres, Senin (30/11).

Berdasarkan data terbaru per 29 November, Jokowi memaparkan kasus aktif meningkat menjadi 13,41 persen. Sedangkan minggu lalu angka kasus aktifnya berada di angka 14,78 persen.

"Meskipun ini lebih baik dari angka rata-rata dunia, tapi hati-hati ini lebih tinggi dari rata-rata minggu yang lalu. Minggu yang lalu masih 12,78, sekarang 13,41," kata Jokowi.

Begitu juga tingkat kesembuhan pasien Corona yang mengalami penurunan. Pada minggu lalu, angka kesembuhan mencapai 84,03 persen. Tapi data terbaru turun menjadi 83,44 persen.

Halaman

(jbr/idh)