Kasus Corona Memburuk, Epidemiolog Singgung Kerumunan HRS-Pilkada

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 18:26 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Tengah (Jateng). Pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair) Laura Navila Yamani menduga penyebab peningkatan kasus karena kerumunan.

"Penyebaran yang tinggi ini mungkin karena kelalaian masyarakat kita terkait protokol kesehatan terutama yang terkait dengan kerumunan," ujar Laura ketika dihubungi, Senin (30/11/2020).

Laura mengaitkan penambahan kasus di Jakarta ini dengan acara Habib Rizieq Syihab (HRS) di Petamburan, Jakarta Pusat, tempo hari. Mulai dari penyambutan kepulangan Habib Rizieq hingga acara maulid nabi.

"Kalau di DKI ini kan juga ada (rangkaian acara) kedatangan Habib Rizieq," imbuh Laura.

Namun, Laura menyebut perlu diteliti kembali, berapa persen acara Habib Rizieq menyumbang kenaikan kasus Corona. Selain acara Habib Rizieq, Laura menduga adanya faktor penyumbang lainnya, seperti libur panjang Maulid Nabi beberapa pekan yang lalu.

Sementara itu, Laura mengatakan kampanye pilkada membuat kasus Corona di Jawa Tengah meningkat drastis. "Terkait dengan pilkada, kampanye (pilkada)," imbuh Laura.

Laura turut menyoroti jumlah tes Corona yang dilakukan oleh pemda DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Jika tes Corona dilakukan secara masif, bukan tidak mungkin kasus Corona juga meningkat.

"Mungkin kita juga akan bisa membandingkan pemeriksaan yang dilakukan di Jawa Tengah dan DKI itu seperti apa kalau memang meningkat ini juga akan kemudian mendukung untuk penemuan kasusnya," ucap Laura.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan DKI Jakarta dan Jawa Tengah perlu perhatian khusus. Hal itu karena kasus Corona di kedua provinsi ini melonjak signifikan.

"Bahwa ada dua provinsi yang menurut saya perlu perhatian khusus, karena peningkatan dalam minggu ini, dalam 2-3 hari ini peningkatannya sangat drastis sekali, yaitu Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Agar dilihat betul-betul mengapa peningkatannya sangat drastis," kata Jokowi dalam rapat terbatas penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/11/2020).

Jokowi menginstruksikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk mengingatkan kepala daerah dalam penanganan Corona dan pemulihan ekonomi. Sebab, tiap kepala daerah memegang kendali dalam kasus tersebut di wilayahnya.

"Saya minta perhatian beberapa hal yang ingin saya sampaikan, yang pertama saya minta Menteri Dalam Negeri mengingatkan kepada para gubernur, bupati, dan wali kota untuk betul-betul memegang penuh kendali di wilayah masing-masing yang berkaitan dengan masalah COVID dan juga berkaitan dengan masalah ekonomi," kata Jokowi.

(isa/imk)