Bunuh Istri Karena Masalah Anak, Suami di Kendari Rekayasa Korban Bunuh Diri

Sitti Harlina - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 14:37 WIB
Ilustrasi fokus (bukan buat insert) Pembunuhan Sisca Icun (Nadia Permatasari/detikcom)
Foto: Ilustrasi (Nadia Permatasari/detikcom)
Kendari -

Seorang suami di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara inisial AS ditangkap polisi usai membunuh istrinya sendiri karena persoalan anak. AS sempat membohongi polisi dengan menyebut korban bunuh diri.

"Dari hasil penyelidikan yang kita lakukan laki-laki dengan inisial AS mengakui bahwa telah melakukan penganiayaan terhadap korban yang mengakibatkan korban menghembuskan nafas terakhir," ujar Kapolsek Baruga AKP Gusti Komang Sulastra, Senin (30/11/2020).

AS menghabisi nyawa istrinya sendiri inisial EN di kediamannya di Jalan Tunggala, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, Sultra. Sebelum menghabisi nyawa EN, AS sempat ribut dengan EN masalah persoalan anak.

"Hubungan antara korban dan pelaku adalah suami istri menikah secara sah dengan surat nikah," katanya.

Usai menghabisi nyawa istrinya, AS lalu merekayasa pembunuhannya itu dengan menyebut korban EN bunuh diri. Dia mengaku ke polisi telah menemukan istrinya gantung diri di dalam kamar pada Jumat (27/11) lalu.

"Hanya alibi yang disampaikan tersangka untuk mengaburkan," ujarnya.

Lebih lanjut, AS disebut menghabisi nyawa EN karena dinilai tidak becus mengurus anak.

"Kalau motifnya disebabkan oleh pertengkaran, percekcokan. Pelaku merasa tidak nyaman atas perlakuan korban kepada anak-anaknya," katanya.

Saat diautopsi didapati sejumlah luka lebam pada tubuh korban. "Pengakuan pelaku sebelum meninggal, sempat mencekik korban dan memukul dengan benda tumpul," tutupnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 44 Ayat 3, Undang-undang No 23 Tahun 2003 tentang kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(nvl/nvl)