Ini Tiga Skenario Haji 2021 yang Disiapkan Kemenag

Lusiana Mustinda - detikNews
Minggu, 29 Nov 2020 20:14 WIB
Ibadah haji sebelum Corona
Foto: Istimewa
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Agama RI menyiapkan tiga skenario pelaksanaan ibadah haji 1442 H/2021 M. Skenario disiapkan mengingat hingga saat ini Pandemi COVID-19 masih melanda dunia. Seperti apa skenario haji 1442 H/2021 M?

Dalam acara Diseminasi Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji Tahun 1441H/2020M angkatan VI yang digelar Kanwil Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Barat di Lombok, Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar menyebut ada tiga skenario yang disiapkan pemerintah dalam menyelenggarakan ibadah haji 1442H/2021M.

Skenario pertama yang akan dilakukan adalah calon jemaah haji akan tetap diberangkatkan dengan kuota penuh. Hal ini dilakukan dengan catatan jika Covid-19 sudah selesai atau sudah ditemukan vaksin Covid-19.

Skenario kedua adalah dibatasinya kuota haji. Dikutip dalam laman resmi Kemenag, Nizar mengatakan, pembatasan kuota ini bisa 30 persen, 40 persen bahkan sampai 50 persen. Hal ini dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.

Dan skenario ketiga adalah pemberangkatan jemaah haji ditunda kembali jika Pemerintah Arab Saudi menutup akses layanan penyelenggaraan ibadah haji.

Pada bulan Juni 2020 lalu, keberangkatan calon jemaah haji tahun 2020 resmi dibatalkan. Kementerian Agama (Kemenag) menjelaskan bahwa pembatalan dilakukan karena pandemi virus Corona yang belum selesai. Pembatalan dilakukan juga lantaran tidak adanya kepastian dari Arab Saudi.

Acara Diseminasi Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji Tahun 1441H/2020M angkatan VI ini diikuti oleh 100 peserta, mulai Kepala KanKemenag Kab/Kota Se-NTB, Kepala Seksi PHU Kab/Kota Se-NTB, Staf PHU, Penyuluh, Toga/Toma, UPT Asrama Haji Lombok, PPIU, KBIHU, hingga Kepala Desa ini membahas berbagai topik tentang perhajian.

Selain kuota, topik yang diangkat antara lain adalah pelimpahan porsi, pembiayaan, BPKH, penyandang disabilitas, KBIHU, dokumen perjalanan, dampak pandemi covid-19, pembatalan perjalanan haji, biaya kesehatan hingga penyelenggaraan umrah.



(lus/erd)