Equestrian Champions League 2020 Sukses Digelar

ADVERTISEMENT

Equestrian Champions League 2020 Sukses Digelar

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 21:20 WIB
Liga Berkuda Equestarian (Dok. Istimewa)
Foto: Liga Berkuda Equestarian (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Liga Berkuda Equestarian pertama di Indonesia sukses digelar tahun ini. Total 6 seri telah dilalui para atlet berkuda sepanjang tahun 2020.

Founder Equestarian Champions League, Triwaty Marciana mengatakan, pihaknya pun tetap menerapkan protokol kesehatan saat perlombaan tersebut digelar di masa pandemi virus Corona.

"Panitia membatasi jumlah peserta yang berada di lokasi. Mereka yang diizinkan berada di lokasi antara lain atlet, pelatih, groom, ofisial, tenaga medis, dan pemilik kuda. Penonton yang tidak boleh hadir, dapat menyaksikan melalui KONI TV," kata Triwaty dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu (28/11/2020).

Triwaty juga mengatakan peserta yang hadir wajib lolos akreditasi dan swab test antigen yang peralatannya didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Liga Berkuda Equestarian (Dok. Istimewa)Liga Berkuda Equestarian (Dok. Istimewa) Foto: Liga Berkuda Equestarian (Dok. Istimewa)

Liga berkuda equestrian pertama di Indonesia ini telah mendorong peningkatan kualitas pembinaan atlet olahraga berkuda equestrian. Menurut Triwaty, format liga berjasa atas peningkatan tersebut karena atlet tidak hanya butuh latihan namun pertandingan.

"Dengan format liga, atlet dituntut bertanding lebih banyak dan juga menjaga konsistensi performanya," ungkapnya.

"ECL dibangun dengan konsep yang menggabungkan antara olahraga equestrian yang kompetitif, pengetahuan tak hanya luas namun dalam tentang berkuda dan juga sarana hiburan yang dapat dinikmati segala usia," sambungnya.

Lebih lanjut, Triwaty mengatakan pandemi COVID-19 yang mengharuskan pertandingan digelar tanpa penonton justru menjadi berkah. Dia menyebutkan hal itu mendorong lebih banyak masyarakat untuk menyaksikan pertandingan tersebut lewat akses teknologi.

Selain itu, Triwaty berharap kegiatan ini bisa menjadi gerbang untuk pembinaan olahraga berkuda equetarian di Indonesia.

"Rangkaian ECL pertama tahun 2020 diharapkan menjadi awal yang baik bagi pembinaan olahraga berkuda equestrian di Indonesia. Pertandingan merupakan kebutuhan atlet dari tingkat klub yang merupakan garda terdepan pembinaan olahraga," pungkasnya.

(hri/bar)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT