Bantah Terima Suap Perizinan RS, Wali Kota Cimahi: Ini Ketidaktahuan Saya

Kadek Melda - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 16:04 WIB
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna telah ditetapkan KPK menjadi tersangka dugaan suap perizinan pengembangan Rumah Sakit Kasih Bunda, Cimahi, Jawa Barat. Namun, Ajay justru membantah dirinya menerima suap terkait perizinan proyek rumah sakit tersebut.

"Bukan masalah perizinan, saya tidak disuap perizinan. Tapi yang pasti kejadiannya bahwa teman-teman dan saya itu membangun. Jadi memenangkan tender pembangunan rumah sakit swasta," kata Ajay saat digiring keluar dari gedung KPK usai ditetapkan tersangka, Jakarta, Sabtu (28/11/2020).

Ajay mengaku dirinya tidak mengetahui jika upaya memenangkan tender bersama teman-temannya itu berujung suap. Ajay menyebut uang senilai miliaran rupiah itu merupakan sisa tagihan dari pembangunan rumah sakit yang belum dibayarkan.

"Jadi ini semata-mata ketidaktahuan saya. Saya pikir tidak masuk pasal apa-apa karena ini proyek swasta karena dulunya saya di swasta, wiraswasta. Jadi ini proyek swasta, jadi tidak mungkin di Cimahi ada suap sampai Rp 3,2 miliar. Itu adalah sisa tagihan, pembangunan rumah sakit tersebut yang sebenarnya Rp 42 miliar," ujar Ajay.

Lebih jauh, Ajay mengaku dirinya tidak membuat perjanjian apapun dengan pihak RSU Kasih Bunda. "Nggak ada perjanjian, nggak ada. Yang ada di internal kami membagi hasil iya, tapi bukan fee yang diberikan rumah sakit," katanya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2