Round-Up

Babak Baru Kasus Kerumunan Acara HRS yang Kini Naik Penyidikan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 08:02 WIB
Jemaah memadati acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan akad nikah putri Habib Rizieq Syihab di Petamburan, Sabtu (14/11/2020). Mereka berkerumun tanpa menjaga jarak.
Kerumunan di acara Habib Rizieq Syihab di Petamburan. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kasus kerumunan di acara Habib Rizieq Syihab di Petamburan, Jakarta Pusat, memasuki babak baru. Polda Metro Jaya kini meningkatkan status kasus ke tingkat penyidikan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkap adanya unsur pidana dalam kasus tersebut. Fadil Imran juga mengungkap pihaknya akan meminta keterangan semua pihak yang dianggap perlu.

"Penyidik yang tangani kerumunan akad nikah di Petamburan, berdasarkan hasil penyelidikan, sudah ditemukan adanya perbuatan pidana sehingga hari ini naik sidik (penyidikan)," kata Fadil Imran kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Fadil Imran belum memerinci lebih jauh terkait langkah yang akan diambil polisi ke depan terkait kasus tersebut. Namun dia memastikan semua pihak yang berkepentingan terkait kegiatan itu akan dipanggil polisi.

"Semua pihak yang dipandang perlu dimintai keterangan akan dipanggil untuk dimintai keterangan," ungkap Fadil.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat memastikan semua pihak yang terkait peristiwa itu akan dimintai keterangan, termasuk Habib Rizieq.

"Semua, siapa saja, kita tidak mengkhususkan satu-dua orang, siapa saja yang terkait dalam pemenuhan alat bukti tersebut akan kita panggil," kata Tubagus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Tubagus belum membeberkan pihak-pihak mana saja yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Dia menyebut saat ini penyidik masih menyusun agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Ia juga belum memastikan kapan Habib Rizieq akan dipanggil. Lebih lanjut, Tubagus mengatakan saat ini pihaknya tengah menganalisis keterangan saksi untuk menetapkan tersangka.

"Nanti kita lihat, itu dinamis. Dari pemeriksaan satu saksi mengkaitkan dengan saksi lain. Kemudian saksi-saksi tadi, saksi ahli, bukti petunjuk, dan lainnya semua dirangkai untuk menentukan tersangka," ungkap Tubagus.

Tonton video 'Polisi Segera Susun Rencana Penyidikan Kasus Kerumunan HRS':

[Gambas:Video 20detik]



Lalu bagaimana tanggapan pihak FPI? Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2