Round-Up

Selepas Edhy Prabowo Dijerat, Tanda Tanya soal Harun Masiku Mencuat

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 07:32 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait dengan urusan ekspor benih lobster atau benur.
Edhy Prabowo (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dalam kasus suap benih Lobster oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bagai membawa angin segar. Pemburuan buron Harun Masiku sontak dipertanyakan sejumlah kalangan. Akankah Harun Masiku tertangkap?

Sebagian besar kalangan berharap KPK juga segera menangkap buron Harun Masiku.

Mereka juga mempertanyakan keseriusan KPK memburu Harun Masiku.

Bahkan mereka mengusulkan agar tim KPK yang berhasil menangkap buron Nurhadi hingga Edhy ikut dilibatkan dalam mencari tersangka kasus dugaan suap PAW DPR itu.

Jejak Harun Masiku

Harun Masiku merupakan caleg PDIP pada Pemilu 2019. Harun Masiku maju dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan 1.

Harun Masiku lalu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap PAW DPR pada 9 Januari 2020. Kasus itu berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menjerat eks komisioner KPU Wahyu Setiawan, kader PDIP Saeful Bahri, dan orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina.

Harun kemudian ditetapkan KPK sebagai buron pada 27 Februari 2020. Hingga kini, Harun Masiku belum tertangkap. Padahal, tiga tersangka lain, yakni Saeful Bahri, eks komisioner KPU Wahyu Setiawan, dan Agustiani Tio Fridelina, sudah divonis bersalah.

Saeful divonis 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan. Saeful, yang juga kader PDIP, dinyatakan hakim bersalah memberikan suap kepada Wahyu Setiawan saat menjabat komisioner KPU.

Hakim meyakini Saeful memberikan suap secara bertahap dan bersama-sama Harun Masiku. Adapun pemberian pertama sebesar SGD 19 ribu atau setara dengan Rp 200 juta diserahkan pada 17 Desember 2019. Pemberian kedua sebesar SGD 38.350 atau setara dengan Rp 400 juta diserahkan pada 26 Desember 2019 oleh Saeful kepada Agustiani Tio Fridelina.

Kemudian, Wahyu Setiawan divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan. Sementara itu, Agustiani Tio Fridelina divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan.

Pembacaan vonis untuk Wahyu dan Tio dilakukan pada 24 Agustus 2020. Keduanya terbukti bersalah menerima suap dari Saeful dan Harun.

Lantas siapa saja yang berharap Harun Masiku ditangkap? Simak selengkapnya di halaman berikutnya>>>