Dirjen Hubla Bertemu Dubes Panama, Bahas Kerja Sama Transportasi Laut

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 14:03 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo menggelar pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Panama untuk Indonesia Manuel Antonio Saturno Escala di kantor Kementerian Perhubungan.
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta -

Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo menggelar pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Panama untuk Indonesia Manuel Antonio Saturno Escala di kantor Kementerian Perhubungan. Pertemuan tersebut membahas tiga hal yang penting dalam mendorong pemulihan ekonomi antara kedua negara, khususnya pada sektor transportasi.

Agus mengungkapkan hingga bulan September 2020, Indonesia dan Panama telah banyak bekerja sama dalam meningkatkan sektor perekonomian untuk kedua negara. Salah satunya adalah Indonesia mengekspor komoditas Plywood ke Panama.

Pada tahun 2019 Indonesia mengekspor 15.000 MTON Plywood ke Panama, sedangkan pada tahun 2020 sebanyak 14.000 MTON. Untuk komoditas impor dari Panama adalah Semi Coke in Bulk yang telah diimpor sebanyak 10.000 MTON pada 2019.

Agus mengatakan Indonesia mendorong kenaikan nilai perdagangan, terutama terkait pemulihan ekonomi kedua negara pascapandemi COVID-19.

"Pemerintah Indonesia berharap dapat mendorong pembahasan pembentukan Working Group on Trade and Investment (WGTI) RI-Panama melalui MoU Pembentukan WGTI RI-Panama yang usulannya telah diserahkan kepada pihak Panama pada bulan Oktober 2020," kata Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (26/11/2020).

Selain itu, terkait Perjanjian Pengakuan Sertifikasi Pelaut RI-Panama, Indonesia dan Panama juga telah melakukan pembahasan naskah Perjanjian Pengakuan Sertifikasi Pelaut RI-Panama pada bulan Maret 2019.

Selanjutnya pihak Autoridad Maritima de Panama (AMP) mengusulkan keinginannya untuk melakukan kunjungan kerja ke Indonesia guna melakukan verifikasi atas fasilitas yang tersedia serta observasi atas prosedur terkait standar kompetensi, sertifikasi, peraturan pelatihan dan hal-hal lain terkait pelatihan pelaut RI.

Pada bulan November 2019, pihak AMP meminta agar rencana kunjungan kerja tersebut diundur hingga tahun 2020. Namun, rencana kunjungan belum dapat dilakukan karena pandemi COVID-19.

"Indonesia merupakan salah satu sumber tenaga kerja pelaut terbesar di dunia. Memanfaatkan keunggulan Panama di bidang Maritim, Indonesia berharap perjanjian pengakuan sertifikasi pelaut antara RI dan Panama dapat segera diselesaikan untuk mendorong peningkatan kerja sama terkait pelaut," harap Agus.

Di samping itu, Indonesia dan Panama telah memiliki kerja sama saling dukung terkait pencalonan di forum-forum multilateral yang sangat baik. Kerja sama saling dukung di antara kedua negara meliputi pencalonan masing-masing negara dalam Dewan Keamanan PBB, periode 2019-2020 untuk Indonesia dan Periode 2025-2026 untuk Panama, serta dukungan pencalonan Indonesia dalam Postal Operation Council, Universal Postal Union periode 2021-2024 dengan pencalonan kandidat Panama dalam Committee on the Rights of Person with Disabilities (CPRD) periode yang sama.

Menanggapi hal tersebut, Agus menjelaskan Indonesia dan Panama telah mencatatkan kerja sama saling dukung yang sangat baik dan berharap kerja sama yang telah terbentuk dapat dilanjutkan.

"Sekiranya Panama mengajukan permintaan kerja sama pencalonan dalam IMO, Indonesia akan mempertimbangkan kerja sama saling dukung untuk pencalonan di organisasi yang sama," tuturnya.

Sementara itu, Indonesia telah menyelenggarakan Indonesia-Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Forum 2020 yang berlangsung secara hybrid selama tiga hari pada 9-11 November 2020 untuk mendorong interaksi diantara para pebisnis di Indonesia dengan negara Amerika Latin dan Karibia yang potensinya sangat besar.

Pada kegiatan tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berpartisipasi sebagai panelis pada sesi III "Indonesia-LAC Connectivity" pada forum yang dimaksud dan memberikan beberapa masukan positif untuk mendorong kerja sama perdagangan dan diplomasi ekonomi antara Indonesia dengan kawasan Amerika Latin dan Karibia (termasuk Panama).

Sebagai informasi, berdasarkan Persetujuan Keagenan Kapal Asing (PKKA) yang dikeluarkan DJPL, kapal berbendera Panama yang berkunjung ke Indonesia tahun 2019 sebanyak 15.519 kapal. Sedangkan pada tahun 2020 sebanyak 12.704 kapal.

Selain itu, berdasarkan grafik perbandingan kapal dari/sampai Panama, pada tahun 2019 Persetujuan Keagenan Kapal Asing (PKKA) yang diterbitkan dari/ke Panama adalah 4, sedangkan di tahun 2020 turun menjadi 2.

"Hari ini akan ditandai sebagai hari penting karena kami berdua telah menyatakan kesediaan untuk melanjutkan diskusi dan persiapan untuk program kunjungan selanjutnya. Saya menantikan kerja sama dan komunikasi maritim yang positif dengan Anda di masa depan. Merupakan kesempatan yang baik untuk bertemu dengan kalian semua, dan terima kasih banyak atas perhatian dan kerjasamanya," tutup Agus.

(akn/ega)