Staf Istri Edhy Prabowo Jadi Tersangka, Ini Perannya

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 09:55 WIB
Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito berada di dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11/2020) dini hari. KPK menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut, dua di antaranya yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Direktur PT DPP Suharjito.  ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pras.
Para tersangka suap ekspor benur (Foto: dok. Antara Foto)
Jakarta -

KPK telah menetapkan tujuh tersangka terkait dugaan suap urusan ekspor benih lobster atau benur. Selain Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, salah satu orang yang jadi tersangka adalah staf istri Edhy Prabowo, Ainul Faqih (AF). Apa perannya?

Dalam kasus ini, Ainul Faqih berperan sebagai pihak yang menerima kiriman duit dari PT ACK melalui Ahmad Bahtiar. Ahmad Bahtiar adalah salah satu pemilik PT ACK, 'nominee' dari Edhy Prabowo sendiri serta Yudi Surya Atmaja.

PT ACK adalah perusahaan 'forwarder' atau penerus benur yang hendak diekspor dari Indonesia ke luar negeri. Semua calon eksportir harus memakai PT ACK untuk menyalurkan benurnya ke mancanegara.

Balik ke peran Ainul Faqih, staf istri Edhy Prabowo ini 'menampung' duit dari PT ACK. Transfer duit dari rekening Ahmad Bahtiar ke rekening Ainul Faqih diduga terjadi pada 5 November 2020 sebesar Rp 3,4 miliar.

Uang itu diperuntukkan buat keperluan Edhy Prabowo, istrinya bernama Iis Rosyati Dewi, stafsus Edhy bernama Safri, dan stafsus Edhy bernama Andreau Pribadi Misanta. Duit miliaran rupiah itu dipakai belanja-belanja di Hawaii.

"Penggunaan belanja oleh Edhy Prabowo dan Iis Rosyati Dewi di Honolulu AS ditanggal 21 sampai dengan 23 November 2020 sekitar Rp 750 juta, di antaranya berupa jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam jumpa pers di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/11) tengah malam.

"Di samping itu, pada sekitar Mei 2020, Edhy Prabowo diduga menerima sejumlah uang sebesar USD 100 ribu dari Suharjito melalui Safri dan Amiril Mukminin," imbuhnya.

Selain itu, Ainul Faqih mengirimkan uang sebesar Rp 436 juta kepada Safri dan Andreau Pribadi Misanta pada sekitar bulan Agustus 2020. Safri adalah stafsus Edhy Prabowo yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan Andreu belum ditangkap dan diimbau menyerahkan diri.

Simak juga video 'Momen Istri Edhy Prabowo Dibebaskan KPK':

[Gambas:Video 20detik]



Bagaimana nasib istri Edhy Prabowo? Simak halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2