Round-Up

Jejak Perkara Pemilik Pijat Gay di Medan hingga Diadili di Pengadilan

Tim deticom - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 08:10 WIB
Sidang dakwaan pemilik panti pijat plus-plus gay di Medan (Datuk Haris-detikcom)
Sidang dakwaan pemilik panti pijat plus-plus gay di Medan (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Kasus pemilik panti pijat gay di Medan, Sumatera Utara, sudah sampai ke tahap persidangan. Pemilik panti pijat gay yang diketahui bernama A Meng itu didakwa melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Diketahui A Meng memiliki panti pijat di Jalan Ring Road, Medan. Ia membuka usaha tersebut untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

A Meng turut mempekerjakan sejumlah terapis. Namun terapis-terapis itu seluruhnya laki-laki. Selain itu, pelanggan panti pijat itu juga laki-laki.

Setiap tamu pria yang datang akan dilayani oleh terapis pria dengan biaya Rp 250 ribu. Biaya itu termasuk pelayanan pijat dan seks sesama jenis.

Dari biaya tersebut, terapis akan mendapat bagian Rp 150 ribu dan A Meng mendapat Rp 100 ribu. Jaksa juga menyebut para terapisnya bebas melayani tamu di luar spa. Namun A Meng tetap mendapatkan bagian sebesar Rp 50 ribu.

Lokasi diduga praktik pijat plus-plus khusus gay di Medan (Datuk Haris-detikcom)Lokasi diduga praktik pijat plus-plus khusus gay di Medan (Datuk Haris/detikcom)

Dalam dakwaannya, jaksa menyebut tamu yang datang ke tempat tersebut merupakan pria yang dicari oleh A Meng. Sebagian tamu adalah kenalan para terapis. A Meng juga disebut membuat iklan tempat pijat miliknya di salah satu media cetak. Iklan itu mempromosikan layanan pijat untuk pria.

Berikut jejak perkara kasus pemilik panti pijat gay di Medan:

Selanjutnya
Halaman
1 2