Pemilik Pijat Plus-plus Gay di Medan Didakwa Lakukan Perdagangan Orang

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 17:25 WIB
Sidang dakwaan pemilik panti pijat plus-plus gay di Medan (Datuk Haris-detikcom)
Sidang dakwaan pemilik panti pijat plus-plus gay di Medan. (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

A Meng alias Ko Amin didakwa melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Dia didakwa melakukan perdagangan orang karena membuka tempat pijat plus-plus untuk gay di Medan.

Sidang dakwaan digelar secara virtual di Ruang Cakra 2, Pengadilan Negeri Medan, Rabu (25/11/2020). Majelis hakim, jaksa penuntut umum, dan kuasa hukum terdakwa hadir di ruang sidang, sementara A Meng berada di rutan.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, serta perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 296 KUHP," ucap jaksa saat persidangan tersebut.

Kasus tersebut bermula sekitar Agustus 2017, ketika A Meng membuka sebuah tempat pelayanan jasa spa atau pijat di Kompleks Setia Budi II, Medan. Tempat pijat itu disebut yang memberikan pelayanan seks sesama jenis bagi pria (gay).

"Kemudian terdakwa merekrut atau mempekerjakan beberapa orang terapis yang tinggal di tempat spa tersebut tanpa dikenakan biaya oleh terdakwa," ujar Jaksa.

A Meng disebut menyediakan fasilitas berupa kamar-kamar untuk ruangan pijat, peralatan pijat, hingga peralatan untuk seks sejenis. Ada kondom, pelumas seks, hingga sex toys yang disiapkan A Meng.

Dalam dakwaannya, jaksa menyebut setiap tamu pria yang datang akan dilayani oleh terapis pria dengan biaya Rp 250 ribu. Biaya itu termasuk pelayanan pijat dan seks sesama jenis.

Selanjutnya
Halaman
1 2