4 Bulan Nyeberang Sungai untuk Bertani, Kini Warga Maipi Punya Jembatan Lagi

M Riyas - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 17:52 WIB
Setelah 4 bulan terputus akibat diterjang banjir bandang Masamba, kini jembatan gantung di Desa Maipi kembali ada (M Riyas/detikcom)
Setelah 4 bulan terputus akibat diterjang banjir bandang Masamba, kini jembatan gantung di Desa Maipi kembali ada. (M Riyas/detikcom)
Luwu Utara -

Banjir bandang empat bulan lalu mengakibatkan Jembatan Pelangi di Desa Maipi, Kecamatan Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), terputus. Dampaknya, perekonomian warga yang rata-rata sebagai petani terhambat.

Pasalnya, jembatan gantung tersebut jadi satu-satunya akses jalan menuju ke lahan pertanian dan perkebunan warga. Jembatan Pelangi juga merupakan salah satu objek wisata yang terkenal di Kecamatan Masamba.

Camat Masamba Aji Saputra mengatakan warga di Desa Maipi terpaksa menyeberangi sungai untuk sampai ke lahan pertanian dan perkebunan setelah Jembatan Pelangi terputus. Hal ini dilakukan dua kali dalam sehari.

"Warga Maipi ini harus lewat sungai yang sewaktu-waktu bisa membahayakan nyawa mereka, dan itu dilakukan dua kali dalam sehari, semata-mata untuk mencukupkan kebutuhan hidup mereka, karena rata-rata warga di sini itu bertani dan berkebun dan lahan mereka ada di seberang sungai. Belum lagi kalau musim tanam, pasti akan lebih sulit lagi karena pupuk harus diangkut melewati sungai," jelasnya.

Kegelisahan warga pun terjawab ketika Rumah Zakat menyetujui untuk membangun Jembatan Berdaya untuk menggantikan Jembatan Pelangi yang putus diterjang banjir bandang.

Setelah 4 bulan terputus akibat diterjang banjir bandang Masamba, kini jembatan gantung di Desa Maipi kembali ada (M Riyas/detikcom)Jembatan sepanjang 45 meter ini dibangun secara gotong royong sejak 12 November (M Riyas/detikcom)

Amir selaku Kepala Kantor Perwakilan Rumah Zakat Sulsel menjelaskan pengerjaan Jembatan Berdaya dilakukan bersama warga, Tim Rumah Zakat, pemuda desa tetangga, dan pemerintah mulai 12 November dan rampung pada 20 November. Jembatan ini diresmikan 21 November.

"Setelah asesmen, tim memilih desa ini dengan berbagai pertimbangan. Pengerjaan dimulai tanggal 12 November dan kami resmikan tanggal 21, dengan panjang jembatan kurang-lebih 45 meter," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu warga Maipi, Rostini, mengaku sangat senang dan merasa terbantu atas kehadiran jembatan ini. Sebab, warga kembali bisa mengelola lahannya yang berada di seberang sungai untuk membantu perekonomian yang sempat terhambat pascabanjir bandang.

"Kami sangat berterima kasih karena sudah membangun jembatan di desa kami, karena pas lima bulan setelah banjir baru ada jembatannya. Insyaallah kami bisa lagi mengelola lahan kami. Kami tidak bisa membalas dengan apa-apa, kami hanya bisa membalas dengan doa," ucap Rostina.

Warga bersama pemerintah berharap keberadaan Jembatan Berdaya membuat ekonomi warga Desa Maipi dan sekitarnya bisa kembali normal seperti dulu.

(jbr/jbr)