Kontrol 25 Kg Sabu, Terpidana Penjara Seumur Hidup Divonis Mati

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 13:05 WIB
Caucasian woman holding gavel
ilustrasi pengadilan. (Foto: iStock)
Jakarta -

Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru menguatkan hukuman mati kepada napi LP Tanjung Gusta Medan, Sario (37) karena mengontrol peredaran 25 kg sabu. Saat digerebek, Sario adalah napi dengan hukuman penjara seumur hidup di kasus narkoba juga.

Hal itu terungkap dalam putusan PT Pekanbaru yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Rabu (25/11/2020). Kasus itu bermula saat kelompok mafia itu hendak mengedarkan 25 kg sabu yang bila dirupiahkan nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.

Sario yang sedang meringkuk di LP Tanjung Gustua, Medan, dikontak oleh komplotannya pada Januari 2020. Sario kemudian menggerakkan kaki tangannya di luar penjara untuk membawa narkoba itu.

Estafet sabu itu dilakukan kurir vs kurir. Titik temu disepakati di Desa Sebanger, Mandau, Bengkalis. Kemudian dipindahkan sabu dari mobil kurir satu ke mobil kurir lainnya. Saat bongkar muat itu, polisi langsung menggerebek komplotan itu.

Jaringan ini lalu diproses secara hukum. Sario yang ada di Medan digelandang ke Bengkalis untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pada 31 Agustus 2020, PN Bengkalis memutuskan Sario terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana 'Pemufakatan Jahat Tanpa Hak Dan Melawan Hukum Menerima Narkotika Golongan I Bukan Tanaman Yang Beratnya Melebihi 5 Gram' sebagaimana dalam dakwaan primer. Majelis hakim yang diketuai Hendah Karmila Dewi dengan anggota Aldi Pangrestu dan Ignas Ridlo Anarki akhirnya menjatuhkan pidana mati kepada Sario.

Sario tidak terima dan mengajukan banding. Apa kata majelis tinggi?

"Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Bengkalis yang dimohonkan banding tersebut," ujar majelis tinggi yang diketuai Firdaus dengan anggota Abdul Hutapea dan Tahan Simamora.

Putusan yang diketok pada Senin (24/11) kemarin itu menyatakan putusan PN Bengkalis sudah tepat dan benar sehingga perlu dikuatkan. Oleh sebab itu, pertimbangan majelis PN Bengkalis juga diambilalih oleh majelis tinggi.

"Majelis hakim tingkat pertama telah tepat dan benar tentang perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa, sesuai dan tidak salah dalam menilai fakta maupun dalam penerapan hukumnya" ujar majelis.

(asp/idn)