Djoko Tjandra dan Anita Kolopaking Jadi Saksi di Sidang Pinangki

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 11:14 WIB
Jaksa Pinangki Sirna Malasari menjalani sidang lanjutan di PN Tipikor Jakarta, Rabu (21/10/2020). Pinangki tampak berbusana muslim syari.
Pinangki Sirna Malasari (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Jaksa penuntut umum menghadirkan tiga orang saksi di sidang lanjutan kasus fatwa Mahkamah Agung (MA) terdakwa Pinangki Sirna Malasari. Tiga orang itu adalah Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, dan juga Andi Irfan Jaya.

Pantauan detikcom di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2020), sidang dibuka pukul 10.35 WIB. Jaksa mengatakan Djoko Tjandra akan dikonfrontasi dengan Anita dan Andi Irfan.

"Kami hadirkan tiga orang saksi yang mulia atas nama Joko Soegiarto Tjandra, Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, dan Andi Irfan Jaya," ujar jaksa KMS Roni saat dimintai konfirmasi.

"Untuk Djoko Tjandra kan sudah bersaksi nanti kami hanya akan konfrontir keterangannya dengan saksi Anita dan Andi Irfan," kata jaksa Roni.

Saat ini sidang sedang dimulai. Sidang pemeriksaan sakai dimulai dari Anita Kolopaking. Andi Irfan dan Djoko Tjandra menunggu bergantian untuk diperiksa.

Pinangki didakwa menerima suap US$ 500 ribu dari US$ 1 juta yang dijanjikan oleh Djoko Tjandra. Uang suap itu diterima Pinangki untuk mengurus fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung (Kejagung) agar pidana penjara yang dijatuhkan pada Djoko Tjandra berdasarkan putusan PK (Peninjauan Kembali) Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi sehingga Djoko Tjandra bisa kembali ke Indonesia tanpa harus menjalani hukuman pidana.

Putusan PK itu berkaitan dengan perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali. Saat itu Pinangki menjabat jaksa di Kejagung.

Pinangki didakwa melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor) subsider Pasal 11 UU Tipikor. Pinangki juga didakwa Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang serta didakwa terkait pemufakatan jahat pada Pasal 15 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Tipikor subsider Pasal 15 juncto Pasal 13 UU Tipikor.

(zap/dhn)