Pilwalkot Makassar 2020

Paslon Dinilai Saling Menjatuhkan Saat Debat Kedua, Belum Adu Gagasan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 10:51 WIB
Debat kedua Pilwalkot Makassaar (dok. KPU Makassar).
Debat kedua Pilwalkot Makassaar (dok. KPU Makassar)
Makassar -

Empat pasangan calon (paslon) wali kota-wakil wali Kota Makassar 2020 dinilai belum saling adu gagasan untuk membujuk pemilih pada debat kedua malam tadi. Mereka dianggap lebih banyak saling menjatuhkan dan mencari kesalahan di masa lalu.

"Saya khawatir, ini para kandidat lupa bahwa debat kandidat itu kan gunanya adalah sebagai tempat komunikasi efektif kepada calon pemilih, dengan (pemilih) langsung membandingkan keempatnya," ujar pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Sukri Tamma kepada detikcom, Rabu (25/11/2020).

Padahal, debat kandidat Paslon Pilwalkot Makassar semestinya difokuskan untuk mengadu gagasan dan visi-misi dalam menyelesaikan persoalan Makassar. Para paslon kemudian dapat memaparkan keunggulan gagasannya dibanding paslon lainnya.

"Nah tadi malam (saat debat) memang saya lihat terjebak dalam situasi yang saling menyalahkan, saling mencari kelemahan, dan seterusnya. Saya hanya menangkap bahwa debat tadi malam itu hanya menjadi ajang untuk men-downgrade, atau mengurangi, atau memberikan image yang kurang baik terhadap kandidat lain dengan menyerang," katanya.

Menurut Sukri, menjelang hari pencoblosan Pilwalkot Makassar, yang dibutuhkan masyarakat ialah paparan visi-misi dan gagasan yang lebih meyakinkan, sehingga mereka terbujuk untuk memilih paslon dan mendatangi TPS saat pencoblosan nanti.

"Yang diinginkan adalah masyarakat dapat membandingkan, misalnya, contoh terkait reformasi birokrasi, ada paslon bilang kami mau menyelesaikan dengan cara ini, yang lain akan bilang, oke kami justru dengan cara ini," ungkapnya.

"Tapi ini tidak, justru saling menyalahkan, dulu bagaimana, sekarang bagaimana, yang ini punya SK bagaimana, dan seterusnya. Ini kan tidak menunjukkan sesuatu (yang membujuk). Jadi masyarakat yang melihat mereka tidak dapat apa-apa, dari apa yang mestinya mereka sampaikan," lanjutnya.

Apa akibatnya buat masyarakat yang belum menentukan pilihan? Simak di halaman selanjutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2