Soroti 3 Pekan Kasus Baru Corona DKI, Satgas Minta Anies Tindak Pelanggar

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 17:07 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta - DKI Jakarta masuk dalam 5 besar provinsi dengan penambahan kasus virus Corona (COVID-19) tertinggi selama 3 minggu berturut-turut. Satgas Penanganan COVID-19 meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama aparat menindak pelanggar protokol kesehatan.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, awalnya memaparkan kenaikan kasus Corona secara nasional. Ada 5 provinsi dengan kenaikan kasus Corona tertinggi pekan ini, salah satunya DKI Jakarta.

"Pada pekan ini, di level nasional terjadinya kenaikan kasus 3,9 persen dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Kenaikan ini disumbangkan oleh 5 provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi, yaitu DKI Jakarta naik 1.937 dari 6.600 menjadi 8.537, kedua adalah Riau naik 1.166 yaitu dari 867 menjadi 2.033," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/11/2020).

"Ketiga adalah Jawa Timur naik 736 dari 1.656 menjadi 2.392, Daerah Istimewa Yogyakarta naik 338 dari 281 menjadi 619, sedangkan kelima adalah Sulawesi Tengah naik 245 dari 111 menjadi 356," imbuhnya.

Wiku meminta pemerintah daerah kelima provinsi itu untuk mengambil langkah konkret dalam mengatasi peningkatan kasus Corona yang dinilainya sangat serius. Wiku juga secara khusus menyoroti DKI Jakarta yang pekan ini menjadi juara penambahan kasus Corona tertinggi.

"Khususnya DKI Jakarta, sudah 3 minggu berturut-turut berada di 5 besar penambahan kasus positif mingguan tertinggi. Bahkan di pekan ini berada di peringkat pertama. Saya mohon kepada Gubernur DKI dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan bagi pelanggar protokol kesehatan sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Wiku.

Menurut Wiku, pemda bisa melakukan upaya menekan penambahan kasus Corona. Wiku juga meminta pemda mewaspadai kenaikan kasus yang terjadi pada libur panjang.

"Ada banyak hal yang dapat diupayakan oleh pemerintah daerah setempat untuk menekan angka kasus. Adanya libur panjang pada pekan lalu dan yang akan datang dapat memicu terjadinya kenaikan kasus. Untuk itu, mohon betul-betul ditingkatkan kapasitas pemeriksaan COVID-19, terutama orang-orang dengan riwayat perjalanan, serta lakukan penelusuran kontak erat dengan masif untuk mendeteksi kasus," tandasnya.

Simak video 'Penambahan Kasus Corona Jakarta Tinggi, Satgas Tegur Gubernur DKI':

[Gambas:Video 20detik]



(azr/knv)