Ruang Isolasi Mandiri Wisma COVID-19 di Cilegon Penuh

M Iqbal - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 13:55 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi pasien Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Cilegon -

Ruang isolasi mandiri di Wisma Isolasi COVID-19 di Cilegon penuh seiring dengan bertambahnya kasus positif Corona. Penyumbang kasus positif Corona terbanyak berasal dari klaster keluarga.

"Dari 41 kamar yang kita siapkan kemarin memang sudah full semuanya. Dan ini saya kira suatu hal yang... karena disebabkan oleh penambahan kasus yang cukup banyak juga, terutama yang kluster keluarga," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Cilegon Dana Sujaksani. Selasa (24/11/2020).

Wisma Isolasi itu diperuntukkan bagi mereka yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Pihak Dinkes sudah berkomunikasi dengan RS Darurat Wisma Atlet dan RSU Banten untuk menampung pasien dari Cilegon.

"Sebetulnya masih banyak perusahaan yang ingin menitipkan karyawannya di tempat kita juga. Tapi karena memang tempatnya tidak mencukupi, saya arahkan mereka untuk membuat tempat wisma sendiri di perusahaan masing-masing," ujarnya.

Dana melanjutkan pihaknya akan lebih selektif dalam urusan isolasi mandiri. Hal itu dilakukan lantaran klaster keluarga jadi penyebab utama naiknya kasus positif di Cilegon.

"Kita akan lebih selektif juga kaitan dengan yang klaster keluarga. Kalau memang dia yakin isolasi di rumah, silakan, tapi dalam arti tanggung jawab, dia tidak kontak dengan yang lainnya. Kalau dia nggak yakin, ya kita (kirim) ke Wisma Atlet," kata dia.

Lonjakan kasus di Cilegon diakui berasal dari klaster keluarga, industri, dan ASN. Tiga klaster itu muncul karena masyarakat mulai kendur dalam melaksanakan protokol kesehatan.

"Sisi negatifnya berarti penambahan kasusnya yang tinggi. Kenapa ada penambahan, berarti ada klaster-klaster baik keluarga terus, industri, ASN. Kenapa terjadi itu berarti protokol kesehatan kita longgar kembali, alurnya pasti ke situ," tuturnya.

Jumlah kasus positif Corona pada Senin (23/11) tercatat 1.146 orang. Pasien dirawat 119 orang, pasien dinyatakan sembuh 985 orang, dan 42 orang dinyatakan meninggal.

(aud/aud)