Tasikmalaya Masuk Zona Merah COVID-19, Ruang Isolasi Semakin Menipis

Deden Rahadian - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 10:55 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Tasikmalaya - Kabupaten Tasikmalaya masuk ke dalam zona merah penyebaran COVID-19 seiring bertambahnya penambahan kasus positif Corona dalam beberapa waktu terakhir ini. Kondisi itu juga berdampat terhadap fasilitas kesehatan di Kabupaten Tasikmalaya yang saat ini telah melebihi kapasitas.

Direktur Utama RSUD SMC Singaparna Iman Firmanysah membenarkan saat ini terjadi lonjakan pasien COVID-19. Pihaknya juga sudah tidak mampu lagi menampung pasien COVID-19 karena ruang isolasi yang tersedia sudah terisi penuh.

"Benar sekarang ada lonjakan pasien COVID-19 di Kabupaten Tasikmalaya. Kami juga alami over load pasien yang masuk ke rumah sakit. Dari total 24 ruangan untuk isolasi mandiri sudah terisi penuh termasuk ruang ICU COVID penuh juga," kata Iman, saat ditemui di kantornya, Senin (23/11/2020).

Dia menyebut saat ini telah melakukan berbagai upaya agar pasien COVID-19 yang datang bisa tertangani dengan baik. Salah satunya mengubah sejumlah ruangan untuk tempat isolasi pasien COVID-19.

"Kita siasati dengan penambahan ruangan lainnya di RSUD SMC yang bisa dialih fungsikan menjadi tempat isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Disamping itu pemerintah daerah atau tim Gugus Tugas COVID-19 menyiapkan gedung atau tempat lainnya," ucap dia.

Menurutnya ada beberapa ruangan yang kini dialih fungsikan menjadi sebagai tempa isolasi. Seperti mengalih fungsikan gedung pelayanan VIP.

"Maka Kami Rumah Sakit pemerintah meniadakan ruang VIP dan disulap jadi ruang isolasi untuk pasien COVID yang baru," kata Iman.

Pihaknya meminta masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Dengan begitu penyebaran COVID-19 bisa semakin ditekan dan teratasi dengan baik.

"Mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga 3M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Jadi jangan sampai lalai atau mengabaikan sehingga kasus COVID-19 semakin meningkat karena kelalaian sendiri," ujarnya.

Sementara itu, demi memberi pelayanan dengan baik, Pemkab Tasikmalaya mengubah gedung wisma haji di Kompleks Islamic Center menjadi tempat isolasi pasien postif COVID-19.

"Iya kita dari gugus tugas Covid-19 mulai survei dan cek ke lokasi Jumat (20/11/2020), untuk memastikan kesiapan gedung wisma haji untuk tempat isolasi pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Sampai Senin (23/11/2020) ini, sudah ada 10 orang pasien yang ditempatkan di wisma haji," ucap petugas medis Gugus Tugas COVID-19 Tasikmalaya Reti.

Pemerintah daerah juga, jelas dia, berencana akan menggunakan mess Pemda di Kecamatan Cipatujah untuk digunakan tempat isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jika suatu waktu dibutuhkan, apalagi ketika terjadi peningkatan kasus COVID-19. (mso/mso)