PN Jaksel Lockdown, Sidang Putusan Kasus Penembakan Mahasiswa Kendari Ditunda

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 17:57 WIB
Gedung PN Jaksel
Foto: Ari Saputra/detikcom

Jaksa telah membacakan tuntutan tersebut pada 10 November di PN Jaksel. Adapun hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa menyebabkan orang lain meninggal dunia dan luka serta meresahkan masyarakat.

"Hal yang meringankan, terdakwa jujur di persidangan, berterus terang, tidak membantah dakwaan, terutama dia punya keluarga sebagai kepala keluarga," ujarnya.

Brigadir AM dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 359 KUHP dan 360 KUHP. Diketahui dalam kasus ini seorang mahasiswa Kendari bernama Randi tewas diduga tertembak saat mengikuti demo yang berujung ricuh di DPRD Sultra, selain itu ada seorang wanita hamil yang tertembak di kakinya.

PN Jaksel Lockdown Seminggu

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) akan memberlakukan lockdown atau pelayanan terbatas dimulai pada Senin, 23 November 2020, selama seminggu. Hal itu karena Ketua PN Jaksel dinyatakan positif Corona dan ada beberapa pegawai lainnya terkonfirmasi COVID-19.

"Tanggal 23-27 November lockdown, istilahnya pelayanan terbatas," kata Humas PN Jaksel, Suharno, saat dihubungi, Jumat (20/11).

Suharno mengatakan awalnya Ketua PN Jaksel diduga terkena COVID-19 dari sopirnya yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit karena positif Corona hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 19 November lalu. Namun kondisi Ketua PN Jaksel positif tanpa gejala, saat ini melakukan isolasi mandiri.

Ia mengungkap para pegawai PN Jaksel dilakukan tes swab, hasilnya terdapat 3 ASN yang dinyatakan positif COVID-19 sehingga total dengan Ketua PN Jaksel dan sopirnya 5 orang positif Corona dari klaster PN Jaksel. Sementara itu, tidak ada hakim yang dinyatakan positif.

Halaman

(yld/dhn)