Dokter Kandungan di RSUD Dompu Positif Corona, Pelayanan Bersalin Ditutup

Faruk - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 11:36 WIB
Ilustrasi: Petugas Puskesmas berbaju hazmat memeriksa warga. (Danu Damarjati/detikcom)
Foto Ilustrasi petugas puskesmas berbaju hazmat memeriksa warga ODP Corona. (Danu Damarjati/detikcom)
Dompu -

Seorang dokter kandungan yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), dinyatakan positif Corona setelah menjalani tes cepat molekuler (TCM). Pelayanan kandungan dan persalinan di RSUD Dompu pun ditutup.

"Sementara kita tutup untuk dua hari dari tanggal 22-23 hari ini," kata Kabag Humas RSUD Dompu Ida Fitriani kepada detikcom, Senin (23/11/2020).

Dia mengatakan pelayanan persalinan ditutup karena akan dilakukan desinfeksi dan penyinaran UV pada ruangan persalinan (VK) dan pada ruangan nifas.

"Untuk itu RSUD tidak menerima pasien baru. Selanjutnya pasien rujukan dari Puskesmas bisa difasilitasi bisa dirujuk ke Sumbawa dengan mengikuti alur rujukan yang berlaku," jelasnya.

Dokter inisial A tersebut merupakan dokter umum yang bertugas di ruang persalinan. Dia dinyatakan negatif setelah melakukan TCM pada Sabtu (21/11) lalu. Kini yang bersangkutan telah dirujuk ke RS Provinsi NTB di Mataram berdasarkan pemeriksaan sendiri.

"Dokter A mengalami beberapa gejala di antaranya lemas, rasa di lidah dan penciumannya hilang, dan ia mengalami sesak napas sehingga dia meminta untuk dirujuk ke RSUD Provinsi," tutur Yani.

Setelah dr A terkonfirmasi positif, RSUD Dompu kemudian melakukan rapid test kepada puluhan tenaga bidan yang bekerja dan memiliki kontak dengan pasien dr A. Hasilnya, satu orang dinyatakan reaktif.

"Telah dilakukan tracing kontak pada puluhan bidan di RSUD Dompu dan satu orang dinyatakan reaktif. Selain itu, istri dr A juga sudah di-rapid antigen yang ternyata hasilnya reaktif," tutupnya.

(jbr/jbr)