Diduga Stres Akibat Sakit, Pria di Makassar Tewas Gantung Diri di Rumahnya

Reinhard Soplantila - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 03:24 WIB
Ilustrasi Gantung Diri
Foto: Mindra Purnomo
Jakarta -

SA, pria berumur 50 tahun ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya sendiri, di kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Diduga korban nekat mengakhiri nyawanya sendiri, lantaran stres dengan penyakit yang dideritanya.

"Bahwa telah terjadi penemuan mayat dimana korban diduga bunuh diri. Jadi pada saat kami datang ke TKP, kami lihat korban sudah dalam keadaan tergantung, penyebab gantung diri korban masih dalam penyelidikan untuk pastinya apakah korban betul gantung diri atau ada tindak pidana lain yang terjadi," ujar Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Nurtjayana," pada Senin (23/11/2020).

Peristiwa ini diketahui terjadi di sebuah rumah di Jalan Monginsidi Baru, pada hari Minggu (22/11/2020) sekitar pukul 21.00 WITA. Aparat Polsek Rappocini bersama dengan piket Dokpol yang mendapatkan kabar langsung menuju ke TKP dan melakukan olah TKP.

Dari hasil olah TKP, polisi belum mendapatkan tanda kekerasan di tubuh korban. Namun, berdasarkan informasi dari keluarganya, korban diketahui memiliki riwayat penyakit yang diderita.

"Tanda kekerasan di korban belum ditemukan, dari informasi istrinya korban punya riwayat penyakit stroke kemungkinan korban mengalami stres ini informasi dari istrinya," kata Nurtjayana.

Sementara itu, sebelum kejadian ini terjadi korban memang tengah dalam keadaan ditinggal pergi oleh keluarganya. Pasalnya, keluarga korban tengah melayat di rumah keluarganya yang lain yang juga meninggal dunia.

"Keterangannya dia tinggal dengan istri dan anaknya, tapi istrinya tadi minta izin melayat karena ada keluarganya meninggal. Jadi korban tinggal sendiri saat anak dan istrinya pergi melayat," ungkap Nurtjayana.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kematian korban. Selain membawa korban ke RS Bhayangkara Makassar untuk diotopsi, polisi juga telah menyita tali fanbelt yang digunakan korban menggantung diri serta menggaris polisi TKP.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk melakukan upaya bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(ibh/ibh)