Round Up

Wanti-wanti dari Senayan agar Pelacakan Massa HRS Tak Dihalang-halangi

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 23:29 WIB
Ilustrasi Tes Swab
Foto: Ilustrator: Mindra Purnomo


Ketua DPRD DKI Desak Anies Tegas

Satgas Penanganan COVID-19 mendapat laporan bahwa upaya tracing massa Habib Rizieq Syihab (HRS) sempat dihalangi. Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi menyesalkan hal ini dan meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turun tangan dan bersikap tegas.

"Jangan dibiarkan dan jangan tebang pilih. Ini masalah serius yang harus segera ditangani Gubernur. Lihat sekarang kasus penularan di Jakarta mencapai 1.579 kasus di hari Sabtu kemarin," kata Prasetio melalui keterangannya, Minggu (22/11/2020).

Tindakan menghalang-halangi petugas untuk melakukan tracing usai terjadinya kerumunan di Petamburan dan Megamendung, Bogor sebelumnya dilaporkan Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo. Prasetio mengatakan Anies harus bertindak tegas apabila kinerja petugas kesehatan menjadi terhambat dengan adanya upaya menghalangi dari warga

"Karena bukan apa-apa, ini demi kemanusiaan. Kalau untuk diisolasi untuk melindungi manusia yang lain saja tidak mau terus mau jadi apa Jakarta. Gubernur harus tegas di sini," ujar Prasetio.

Prasetio menyatakan keputusan penanganan COVID-19 ada di tangan Pemprov DKI. Politikus PDI Perjuangan itu menyebut DPRD turut mendukung penuh, baik dari sisi anggaran maupun peraturan.

"Seperti kemarin, butuh aturan untuk mempertegas upaya-upaya petugas di lapangan dalam penanganan, sudah kita buat dan telah disahkan. Sekarang ayo sama-sama menegakkan aturan itu. Ketika terjadi pelanggaran sanksi dengan tegas sesuai aturan," tandasnya.


Update Hasil Tracing, 50 Positif di Tebet, 30 di Petamburan

Diketahui Kementerian Kesehatan menyampaikan update terbaru hasil kontak tracing petugas kesehatan terhadap orang yang ikut berkerumun dalam sejumlah kegiatan di Petamburan, Tebet, Megamendung, dan di Bandara Sokarno Hatta. Jumlah orang yang positif Corona bertambah dari sebelumnya disampaikan Satgas COVID-19.

"Dari hasil tracing dan testing pada sejumlah kejadian tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan PCR di Lakesda 21 November ditemukan di Tebet total 50 kasus positif, dan di Petamburan sebanyak 30 kasus dan di Megamendung terdapat 15 sedang menunggu hasil pemeriksaan," kata Plt Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr Muhammad Budi Hidayat, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB Indonesia, Minggu (22/11/2020).

Budi mengatakan dalam dua minggu terakhir terdapat beberapa kerumunan massa di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat yang berisiko memunculkan klaster penularan COVID-19. Budi meminta masyarakat yang mengikuti acara tersebut dan melakukan kontak erat dengan warga yang lainnya menjalani isolasi mandiri.

"Atas adanya kerumunan pada kegiatan yang dilakukan pada acara keagamaan dan pernikahan tersebut Kemenkes mengimbau semua orang yang mengikuti acara tersebut dan siapapun yang merasa kontak erat dengan orang yang hadir agar melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari," ujarnya.

"Apabila bergejala segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan," ujarnya. Budi mengimbau masyarakat yang mengikuti kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta, di Petamburan, di Tebet, dan di Megamendung menjalani isolasi mandiri. Sedangkan jika merasa ada gejala, segera memeriksakan diri.

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo meminta Dinas Kesehatan di daerah memperhatikan kasus virus Corona di kerumunan pendukung Habib Rizieq Syihab (HRS), baik di Jakarta maupun Bogor. Kasus positif Lurah Petamburan Setiyanto bisa menjadi titik awal tracing kasus.

Dalam laporannya, Doni turut menyebut per Jumat (20/11) lalu, 7 orang di Petamburan positif Corona, termasuk Lurah Petamburan, 50 orang di Tebet positif Corona, dan 20 di Bogor.

Halaman

(yld/imk)