Update Tracing Kerumunan HRS: 50 Positif Corona di Tebet, 30 di Petamburan

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 18:06 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan menyampaikan hasil tracing terhadap warga yang mengikuti kegiatan terkait kerumunan massa Habib Rizieq, mulai dari Petamburan, Tebet, hingga Megamendung. Kemenkes menyebut di Tebet ditemukan 50 orang positif Corona.

"Dari hasil tracing dan testing pada sejumlah kejadian tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan PCR di Lakesda 21 November ditemukan di Tebet total 50 kasus positif, dan di Petamburan sebanyak 30 kasus dan di Megamendung terdapat 15 sedang menunggu hasil pemeriksaan," kata Plt Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr Muhammad Budi Hidayat, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB Indonesia, Minggu (22/11/2020).

Budi mengatakan dalam dua minggu terakhir terdapat beberapa kerumunan massa di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat yang berisiko memunculkan klaster penularan COVID-19. Budi meminta masyarakat yang mengikuti acara tersebut dan melakukan kontak erat dengan warga yang lainnya menjalani isolasi mandiri.

"Atas adanya kerumunan pada kegiatan yang dilakukan pada acara keagamaan dan pernikahan tersebut Kemenkes mengimbau semua orang yang mengikuti acara tersebut dan siapapun yang merasa kontak erat dengan orang yang hadir agar melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari," ujarnya.


"Apabila bergejala segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan," ujarnya. Budi mengimbau masyarakat yang mengikuti kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta, di Petamburan, di Tebet, dan di Megamendung menjalani isolasi mandiri. Sedangkan jika merasa ada gejala, segera memeriksakan diri.

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo meminta Dinas Kesehatan di daerah memperhatikan kasus virus Corona di kerumunan pendukung Habib Rizieq Syihab (HRS), baik di Jakarta maupun Bogor. Kasus positif Lurah Petamburan Setiyanto bisa menjadi titik awal tracing kasus.

"Mulailah dengan tracing dari Lurah Petamburan. Selanjutnya tes massal dari keluarga inti semua yang positif," ucap Doni Monardo dalam dalam rapat virtual (Zoom) seperti dalam keterangan pers BNPB, Sabtu (21/11).

Selain itu, Doni mendapat laporan soal tracing atau penelusuran kontak virus Corona massa Habib Rizieq Syihab (HRS) dalam rapat virtual. Petugas di daerah disebut mengalami hambatan saat akan menelusuri kontak.

"Laporan peserta rapat menyebutkan, baik yang di Petamburan (Jakarta) maupun di Megamendung (Bogor), petugas kesehatan masih kesulitan untuk melakukan pelacakan. Mereka dihalang-halangi ketika hendak masuk melakukan tracing dan tracking. Diharap, Satgas COVID-19 Pusat, tidak saja memberi tambahan fasilitas swab tetapi juga dukungan agar bisa masuk ke kluster kluster yang dicurigai berpotensi menjadi pusat penularan," tulis keterangan pers BNPB soal laporan peserta rapat.

Dalam laporannya, Doni turut menyebut per Jumat (20/11) lalu, 7 orang di Petamburan positif Corona, termasuk Lurah Petamburan, 50 orang di Tebet positif Corona, dan 20 di Bogor.

Simak video 'Tolak Bantuan Tes Swab ke Habib Rizieq, FPI: Kami Punya Tim Medis':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/imk)