Round Up

Wanti-wanti dari Senayan agar Pelacakan Massa HRS Tak Dihalang-halangi

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 23:29 WIB
Ilustrasi Tes Swab
Foto: Ilustrator: Mindra Purnomo

Dia mengatakan masalah ini dapat diselesaikan ketika Satgas COVID-19 tingkat desa dan kecamatan Megamendung datang untuk membantu petugas kesehatan yang akan melakukan tracing. Warga, lanjutnya, mau melakukan rapid test setelah diberi pengertian.

"Jadi setelah di-backup oleh satgas kecamatan atau desa, mereka mau, paham (tentang tes masif COVID-19)," ucapnya.

Dari tracing ini, Irwan menjelaskan ada 560 orang di Desa Sukagalih dan Kuta yang menjalani rapid test. Hasilnya, 20 orang menunjukkan hasil reaktif.

Jubir Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor ini pun mengatakan ke-20 orang reaktif ini dilakukan swab test.

"Nah yang hari pertama 5 orang, tanggal 19, hari itu juga kita kirim ke BBTKLPP (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit) Jakarta. Nah hasilnya sudah ada, ternyata negatif. Yang 15 (reaktif), itu sudah diperiksa oleh Lapkesda Kabupaten Bogor. Kami belum dapat informasi hasilnya (swab test)," tandas Irwan.


DPR Minta Petugas Kesehatan Tak Dihalangi

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo mendapat laporan petugas kesehatan dihalang-halangi saat melakukan tracing massa Habib Rizieq. Komisi IX DPR meminta siapa pun tidak menghalangi-halangi langkah tracing petugas kesehatan terkait virus Corona (COVID-19) tersebut demi keselamatan bersama.

"Masyarakat siapa pun juga tidak boleh menghalang-halangi tracing yang dilakukan petugas kesehatan untuk menjaga keselamatan warga," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena saat dihubungi, Minggu (22/11/2020).

Melki mengatakan proses tracing sejatinya dilakukan agar penularan virus Corona tidak semakin meluas, terutama kepada massa pengikut Habib Rizieq. Dia menyebut langkah tracing ini pun sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Untuk itu, kami mengharapkan agar ada, pertama, kesadaran dari seluruh warga bangsa khususnya dari pengikut Habib Rizieq untuk bisa mengikuti aturan dengan mempersilakan atau memberi kesempatan agar bisa dicek oleh tenaga kesehatan kita, kesadaran dari pengikut Habib Rizieq," tuturnya.

Jika hal ini tak kunjung bisa diselesaikan, Melki meminta pemerintah menerjunkan aparat penegak hukum. Hal ini bertujuan mendampingi petugas kesehatan agar proses tracing berjalan sesuai rencana.

"Kalau tidak, kami tentu mengharapkan juga adalah agar ada upaya pendekatan dari tenaga kesehatan kita secara persuasif juga kepada Habib Rizieq dan kelompoknya yang akan dilakukan tracing. Tentu apabila itu tidak diindahkan, diharapkan agar pemerintah melalui aparat hukum juga bisa melakukan pendekatan lebih jauh agar bisa ke tracking karena kita ingin mencegah wabah ini meluas," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3