PSBB Transisi Diperpanjang, Anies Singgung Rekor Kasus Harian COVID-19

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 21:38 WIB
Anies Baswedan saat meninjau Grand Theater Senen yang terbakar
Anies Baswedan (Foto: (Wilda Nufus/detikcom).
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi selama 14 hari. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut keputusan itu tak lepas dari laporan kasus positif di Jakarta yang memecahkan rekor baru pada pekan ini.

"Perlu diketahui bahwa laporan harian kasus positif di Jakarta mencapai rekor baru yaitu 1.579 kasus hari Sabtu (21/11) kemarin. Kondisi tersebut jangan sampai membuat kita semakin abai dan tidak disiplin," kata Anies dalam keterangan, Minggu (22/11/2020).

Ia meminta seluruh warga semakin disiplin mematuhi protokol kesehatan. Ia mengatakan Pemprov akan semakin masif menegakkan aturan protokol kesehatan.

"Ingat, masih terjadi penularan meskipun melambat. Ke depan, kami akan semakin memasifkan penegakan aturan atas protokol kesehatan dan kami berharap masyarakat proaktif bila mengetahui pelanggaran," ujarnya.

Ia meminta kepada warga DKI untuk tak takut melaporkan kondisinya jika merasa terpapar virus Corona. Ia kembali menekankan warga DKI agar patuh kepada protokol kesehatan sebab penyebaran COVID-19 masih ditemukan.

"Masyarakat juga tidak perlu khawatir untuk melaporkan bila merasa terpapar atau bergejala. Ini adalah ikhtiar bersama. Kami tekankan kembali, tetap disiplin protokol kesehatan. COVID-19 masih ada," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang masa PSBB transisi. PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta ini diperpanjang selama 14 hari.

Perpanjangan PSBB transisi itu disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui siaran pers PPID DKI Jakarta, Minggu (22/11/2020). Perpanjangan itu dimulai terhitung Senin, 23 November sampai dengan 6 Desember 2020.

"Seperti diketahui bersama, Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kebijakan rem darurat atau emergency brake policy apabila terjadi kenaikan kasus secara signifikan atau tingkat penularan yang mengkhawatirkan sehingga membahayakan pelayanan sistem kesehatan," ujar Anies.

(ibh/imk)