Debat Pilkada Depok

Afifah Sebut PKS Tak Bangun Madrasah di Depok, Imam Singgung Perda Religius

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 20:01 WIB
Pemilihan wali kota depok
Foto: Debat Pilkada Depok (Screenshot Youtube KPU Depok)
Depok -

Dua calon wakil wali kota Depok yaitu Afifah Alia dan Imam Budi Hartono mendapat sesi khusus di debat perdana Pilkada Depok. Mereka berdebat soal madrasah hingga Perda Kota religius.

Awalnya, Afifah mempertanyakan soal jargon '1 kecamatan 1 madrasah'. Dia menyinggung komitmen partai pengusung Mohammad Idris-Imam Budi Hartono yaitu PKS.

"Saat ini baru ada jargon '1 kecamatan 1 madrasah'. Yang menjadi pertanyaan saya, kenapa selama 15 tahun, PKS tidak membangun 1 madrasah di Kota Depok padahal madrasah di Kota Depok sangat diharapkan, sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat kota Depok?" ujar Afifah saat debat yang disiarkan di YouTube KPU Kota Depok, Minggu (22/11/2020).

Imam lalu menjawab pertanyaan Afifah. Dia mengatakan pembangunan madrasah kewenangan Kementerian Agama. Imam kemudian menyinggung Raperda Religius yang selama ini ditolak.

"Nah yang menjadi masalahnya berikutnya adalah kita ingin membangun madrasah, ya, di satu sisi ada penolakan Perda Religius. Nah Perda Religius ini juga salah satu yang paling penting untuk membantu para guru ngaji, para pendeta, para biksu, yang memang perlu untuk peningkatan perekonomian," kata Imam.

Kembali ke Afifah, pasangan Pradi Supriatna ini membenarkan pembangunan madrasah kewenangan Kemenag. Namun, lanjutnya, Pemkot Depok adalah pihak yang menyediakan lahan sebelum dilakukan pembangunan.

"Memang kewajibannya ada di Departemen Agama. Tapi penyediaan lahannya harus dilakukan oleh Pemerintah Kota Depok. Bagaimana Depok bisa membangun madrasah kalau lahannya tidak disediakan," ujar Afifah.

Afifah lantas menyinggung soal Perda Religius yang disebut Imam. Afifah menegaskan tidak ada hubungan antara Perda Religius dengan pembangunan madrasah.

"Mengenai Perda Religi tidak ada hubungannya Pak Imam, Perda Religi dengan pembangunan madrasah di kota Depok. Perda religi justru mengatur-atur masyarakat Kota Depok, mengkotak-kotakkan masyarakat Kota Depok," ucapnya.

Lanjutnya, Depok adalah kota majemuk. Toleransi di tengah masyarakat kata Afifah sangat penting.

"Kewajiban kita, kewajiban pemerintah kota adalah, cukup memastikan, bahwa pemerintah kota menjamin, bahwa pemerintah kota menjamin masyarakat Kota Depok dapat menjalankan agamanya dengan baik. Jadi saya rasa jawaban Pak Iman dengan Perda Religi tidak ada hubungannya dengan pembangunan madrasah di Kota Depok," tutur Afifah.

(imk/imk)