Debat Pilkada Depok

Pradi Sindir Roadmap Infrastruktur di Depok Sebatas Wacana, Idris Pamer Award

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 19:42 WIB
Pengambilan nomor urut Paslon Wali Kota Depok
Foto: (Dok. KPU Depok) / Pengambilan nomor urut Paslon Wali Kota Depok
Depok -

Pamer penghargaan hingga sindiran soal wacana beberapa kali mewarnai debat perdana Pilkada Depok. Salah satunya ketika kedua calon yaitu Pradi Supriatna dan Mohammad Idris adu gagasan soal infrastruktur.

Awalnya Idris membeberkan program pembangunan infrastrukturnya bila terpilih menjadi Wali Kota Depok. Seperti diketahui, Idris saat ini menjabat sebagai Wali Kota Depok.

"Program Rp 5 miliar per kelurahan, pembangunan underpass pertama di Kota Depok Jalan Dewi Sartika, pembebasan lahan pembangunan jalan tembus Margonda-Kukusan, ini sudah kami buat DED-nya (Detail Engineering Design). Dan penataan pedestrian Margonda ini tahun depan sudah kami buat, dan juga Jalan Cinere Raya," kata Idris saat debat yang disiarkan YouTube KPU Kota Depok, Minggu (22/11/2020).

Pradi lalu mengucapkan bahwa roadmap Idris adalah sebatas wacana. Dia mengatakan rencana pembangunan benar-benar harus terealisasi.

"Oke, cuma sangat saya sayangkan kalau roadmap atau perencanaan itu cuma disimpan saja, kita ingin yang realisasi, yang real, ya, terkait dengan wacana-wacana tadi," kata Pradi yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Depok.

Pradi lalu mengatakan bila dirinya terpilih menjadi Wali Kota Depok, pedestrian akan dibangun. Selain itu, lanjutnya, utility box juga akan diperbaiki.

"Maka, untuk kami insyaAllah tahun kedua, ketiga akan buktikan bahwa ruas-ruas jalan baru atau pelebaran jalan baru ini pasti akan kami lakukan. Kami ingin yang namanya smart city betul-betul terwujud buat dirasakan oleh masyarakat," kata Pradi.

Idris pun membalas apa yang diucapkan Pradi. Dia ingin agar lawannya di Pilkada ini menghargai beberapa penghargaan yang telah diperoleh dari pembangunan infrastruktur.

"Ya sekali lagi ini bukan wacana, ini sudah terbukti. Kita juga harus menghargai, apresiasi, penilaian dari pemerintah pusat terhadap kerja-kerja dari pemerintah Kota Depok. Mereka juga bekerja karena bukan apa-apa, ini untuk urusan bangsa dan negara," kata Idris.

Idris lantas menyebut penghargaan yang telah didapat Pemkot Depok. "Jadi prestasi yang saya sebutkan tadi, warga masyarakat Depok merasa bangga dengan kerja-kerja. Bukan kerja idris. Idris hanya memimpin, mengarahkan, memanage, tapi kerja-kerja seluruh masyarakat temasuk Forkopimda," tandas dia.

(imk/imk)