Komisi IX DPR Wanti-wanti Jangan Ada yang Halangi Tracing Massa Habib Rizieq

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 13:32 WIB
Wakil Ketua Komisi IX dari F-Golkar Emanuel Melki Laka Lena (Rahel Narda/detikcom)
Wakil Ketua Komisi IX dari F-Golkar Emanuel Melki Laka Lena (Rahel Narda/detikcom)
Jakarta -

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo mendapat laporan petugas kesehatan dihalang-halangi saat melakukan tracing massa Habib Rizieq. Komisi IX DPR meminta siapa pun tidak menghalangi-halangi langkah tracing petugas kesehatan terkait virus Corona (COVID-19) tersebut demi keselamatan bersama.

"Masyarakat siapa pun juga tidak boleh menghalang-halangi tracing yang dilakukan petugas kesehatan untuk menjaga keselamatan warga," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena saat dihubungi, Minggu (22/11/2020).

Melki mengatakan proses tracing sejatinya dilakukan agar penularan virus Corona tidak semakin meluas, terutama kepada massa pengikut Habib Rizieq. Dia menyebut langkah tracing ini pun sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Untuk itu, kami mengharapkan agar ada, pertama, kesadaran dari seluruh warga bangsa khususnya dari pengikut Habib Rizieq untuk bisa mengikuti aturan dengan mempersilakan atau memberi kesempatan agar bisa dicek oleh tenaga kesehatan kita, kesadaran dari pengikut Habib Rizieq," tuturnya.

Jika hal ini tak kunjung bisa diselesaikan, Melki meminta pemerintah menerjunkan aparat penegak hukum. Hal ini bertujuan mendampingi petugas kesehatan agar proses tracing berjalan sesuai rencana.

"Kalau tidak, kami tentu mengharapkan juga adalah agar ada upaya pendekatan dari tenaga kesehatan kita secara persuasif juga kepada Habib Rizieq dan kelompoknya yang akan dilakukan tracing. Tentu apabila itu tidak diindahkan, diharapkan agar pemerintah melalui aparat hukum juga bisa melakukan pendekatan lebih jauh agar bisa ke tracking karena kita ingin mencegah wabah ini meluas," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Letjen Doni Monardo mendapat laporan soal tracing atau penelusuran kontak virus Corona massa Habib Rizieq Syihab (HRS) dalam rapat virtual. Petugas di daerah disebut mengalami hambatan saat akan menelusuri kontak.

Menurut keterangan pers dari BNPB, rapat virtual dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Selain itu, satgas di sejumlah kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat dan Banten serta Kepala Suku Dinas Kesehatan dan puskesmas yang ada di Jakarta.

"Laporan peserta rapat menyebutkan, baik yang di Petamburan (Jakarta) maupun di Megamendung (Bogor), petugas kesehatan masih kesulitan untuk melakukan pelacakan. Mereka dihalang-halangi ketika hendak masuk melakukan tracing dan tracking. Diharap, Satgas COVID-19 Pusat, tidak saja memberi tambahan fasilitas swab tetapi juga dukungan agar bisa masuk ke kluster kluster yang dicurigai berpotensi menjadi pusat penularan," tulis keterangan pers BNPB soal laporan peserta rapat.

Letjen Doni Monardo mengharapkan dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat di setiap daerah, termasuk para ketua RT dan ketua RW. Jadi, proses penemuan kasus COVID-19 bisa dengan baik dijalankan.

"Sampaikan bahwa kami akan melakukan test massal, dimulai dari keluarga inti yang positif. Ini bagian dari upaya memutus mata rantai penularan COVID-19. Upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Karenanya perlu kerja sama yang baik dan harmonis. Semua harus dilakukan dengan pendekatan humanis," papar Doni.

Doni pun menyebut tracing kasus bisa dimulai dari Lurah Petamburan, Jakarta Pusat, Setiyanto, yang telah dinyatakan positif COVID-19. "Mulailah dengan tracing dari Lurah Petamburan. Selanjutnya tes massal dari keluarga inti semua yang positif," katanya.

Simak video 'Respons Wagub DKI soal Massa Kerumunan Habib Rizieq Kena Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)