Dugaan Kampanye di Masjid Berlanjut, Tim Salman Bandingkan dengan Kubu Bobby

Haris Fadhil - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 11:33 WIB
Bakal calon wali kota petahana, Akhyar Nasution bersama Salman Alfarisi mendapat rekomendasi dari PKS untuk maju di Pilkada Medan 2020 (Ahmad Arfah/detikcom)
Akhyar Nasution bersama Salman Alfarisi. (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Bawaslu Medan meneruskan temuan dugaan kampanye di masjid oleh calon Wakil Wali Kota Medan, Salman Alfarisi, ke polisi. Timses Akhyar-Salman mengaku akan menghormati proses yang sedang berjalan.

"Dari Bawaslu belum dapat informasi resminya, nanti kalau misalkan dipanggil ya kita datang sebagai peserta pemilu yang baik," ujar Sekretaris Timses Akhyar-Salman, Wasis Wiseso Pamungkas, kepada wartawan, Minggu (22/11/2020).

Namun, Wasis mengaku heran temuan dugaan kampanye di masjid ini terus berlanjut. Padahal, katanya, orang yang membagikan brosur diduga bahan kampanye belum diperiksa.

"Terlepas dari itu, ini kasusnya agak dipaksakan ya. Gini, baik dari tim maupun ustaz Salman sendiri tidak tahu orang yang membagikan itu siapa dan kenapa orang yang bersangkutan tidak dipanggil, tidak diperiksa, tidak diinterogasi. Justru ustaz Salman yang hadir dalam kapasitasnya sebagai penceramah itu dipanggil bahkan dilimpahkan ke Gakkumdu. Ini kan di luar nalar logika hukum kita," ucap Wasis.

Menurutnya, saat itu pihak yang mendampingi Salman sempat mengejar orang yang membagi brosur kampanye. Wasis mengatakan orang tersebut punya brosur kampanye dari kedua paslon, yakni Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dan Bobby Nasution-Aulia Rachman.

"Yang saat itu disebarin punya kita. Dia dapat dari mana kita nggak tahu juga. Belum ada (diperiksa penyebar brosur). Kenapa yang dipanggil kita, ini kan merepotkan," ujar Wasis.

Dia kemudian membandingkan dengan proses terkait laporan dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan kubu cawalkot Medan Bobby Nasution. Wasis menilai ada perbedaan perlakuan yang terjadi.

"Inikan perlakuannya agak berbeda dengan paslon sebelah kan beberapa kali juga dikaitkan dengan waktu itu Wakil Gubernur. Cuma kan paslon-nya nggak ada dipanggil. Ini sama-sama kita nggak kenal, kok paslon dipanggil. Tapi ya itulah kita hormati proses hukum yang berlaku," ucapnya.

Tonton video 'Kemkominfo dan Bawaslu Temukan 38 Konten Hoax Terkait Pilkada 2020':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2