Jual Beli Serangan Akhyar Vs Bobby di Panggung Debat

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 08:31 WIB
Akhyar-Salman dan Bobby-Aulia saat debat Pilkada Medan (dok. Facebook KPU Medan)
Foto: Akhyar-Salman dan Bobby-Aulia saat debat Pilkada Medan (dok. Facebook KPU Medan)
Medan -

Jual beli serangan terjadi dalam debat kedua Pilkada Medan. Dua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi serta Bobby Nasution-Aulia Rachman saling serang ketika debat berlangsung.

Debat digelar di Hotel Grand Mercure, Medan, Sabtu (21/11/2020) malam. Ada sejumlah sesi mulai dari pemaparan visi misi hingga saling tanya jawab antar paslon.

Saling serang mulai terjadi ketika sesi tanya jawab. Akhyar dan Bobby terlibat saling serang soal anggaran, tanggul rob hingga soal banjir.

Adu Data soal Anggaran Rp 30 Triliun

Debat panas mulai terjadi saat Akhyar dan Bobby saling serang soal anggaran Rp 30 triliun. Saling serang ini diawali pertanyaan Akhyar kepada Bobby.

"Saudara ada mengatakan bahwasanya ada anggaran Rp 30 triliun di Medan. Kami nggak tahu, mohon penjelasan angka Rp 30 triliun itu dari mana?" tanya Akhyar ke Bobby dalam debat Pilkada Medan.

Bobby lalu menjawab dengan menyebut anggaran Rp 30 triliun itu merupakan akumulasi dari APBD Medan selama 5 tahun. Menurutnya, Medan punya APBD sekitar Rp 6 triliun setiap tahun.

"Saya juga ikut bingung kalau Uda (Paman) nggak tahu dari mana Rp 30 triliun. Yang saya tahu, 1 tahun kurang-lebih Medan punya anggaran lebih dari Rp 6 triliun dan masa jabatan 5 tahun. Jadi pembangunan dalam satu periode berarti anggaran kurang-lebih Rp 30 triliun, harusnya ada progres," ucap Bobby.

Bobby menilai warga Medan tidak tahu ke mana penggunaan anggaran yang ada di Medan. Bobby berjanji membuat penggunaan anggaran di Medan transparan jika dirinya menang Pilkada.

"Kalau pemimpinnya saja tidak tahu, bagaimana masyarakat?" ucapnya.

Jawaban Bobby itu kemudian ditepis mentah-mentah oleh Akhyar. Dia memaparkan penggunaan anggaran selama 4 tahun terakhir yang menurutnya tak sampai Rp 30 triliun.

"Sayang sekali, informasi tersebut datanya perlu dikoreksi. Tahun 2016, realisasi APBD Medan sekitar Rp 4,3 triliun. Tahun 2017, realisasi APBD Medan sekitar Rp 4,4 triliun, 2018 sekitar Rp 4,25 triliun, 2019 sekitar Rp 5,05 triliun. Jadi masih 4 tahun anggaran itu hanya sekitar Rp 18 triliun," ucap Akhyar, yang merupakan Wakil Wali Kota Medan petahana.

Akhyar juga membantah Bobby kalau Pemko Medan tak transparan. Dia mengatakan pemimpin harus bekerja dengan data.

"Jadi ini Medan transparan ada, tinggal buka website ada, tercantum. Jadi data yang tidak benar harus diperbaiki, pemimpin harus sampaikan data benar. Jangan berdasar perkiraan. By data, pemimpin harus bekerja dengan data," ujar Akhyar.

Tonton juga video 'Beda Jurus Bobby-Akhyar Tangani Narkoba di Kota Medan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4