Kapolri Perintahkan Jajaran Jaga Netralitas Pilkada Serentak 2020

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 20:34 WIB
Kapolri Jenderal Idham Azis
Kapolri Jenderal Idham Azis (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan surat telegram rahasia (TR) kepada jajaran Polri agar tetap menjaga netralitas Pilkada Serentak 2020. Dalam telegramnya, diingatkan larangan bagi anggota Polri membantu mendeklarasikan bakal pasangan calon kepala daerah.

Telegram itu bernomor: STR/800/XI/HUK.7.1/2020 tanggal 20 November 2020. Surat ditandatangani Kepala Divisi Propam Polri Brigjen Ferdy Sambo atas perintah Kapolri.

"STR ini adalah penekanan kembali tindak lanjut perintah Kapolri kepada seluruh kapolda yang wilayahnya menyelenggarakan Pilkada Serentak 9 Desember 2020 yang sudah kian dekat. STR ini mempertegas kembali aturan baku yang tidak boleh dilakukan seluruh anggota Polri, tak pandang jabatan maupun pangkat pada konteks pilkada," kata Sambo saat dimintai konfirmasi.

Sambo menuturkan, Propam Polri akan melakukan pengawasan ketat terhadap perilaku Polri dalam pelaksanaan pilkada serentak. Sambo memastikan Propam akan bertindak tegas dan objektif bila ada anggota Polri yang melakukan pelanggaran.

"Divisi Propam memonitor dengan melakukan pengawasan yang ketat, berjenjang, terkait perilaku anggota Polri. STR ini, selain perintah, juga merupakan alat pencegahan atas politisasi baik yang dilakukan anggota Polri maupun peserta pilkada sehingga, manakala ada pelanggaran, Divisi Propam pasti objektif," jelasnya.

Dalam surat tersebut, Kapolri Jenderal Idham Azis juga melarang anggotanya menjadi pembicara dalam kegiatan deklarasi hingga kampanye partai politik. Selain itu, anggota Polri dilarang berfoto bersama pasangan calon, baik itu selfie dengan mengacungkan jempol maupun dua jari berbentuk 'V'.

Selanjutnya, poin-poin arahan Kapolri soal Pilkada serentak 2020: