Polda Sumbar: Kasus Indra Catri Dihentikan, Belum Cukup Bukti

Idham Kholid - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 16:58 WIB
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Polda Sumbar membenarkan penerbitan surat pemberitahuan penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang menimpa Indra Catri, yang juga calon Wakil Gubernur Sumbar. Kasus itu dihentikan pada 23 September lalu.

"Jadi benar hari Kamis, tanggal 23 September, itu memang sudah dilakukan SP3," kata Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Stefanus Satake Bayu saat dihubungi, Sabtu (21/11/2020).

Satake Bayu mengatakan kasus tersebut dihentikan setelah ada pendalaman dari Dirkrimsus Polda Sumbar dan Bareskrim. Alasannya, belum cukup bukti.

"Hasil dari setelah pendalaman kembali kasus itu dari Dirkrimsus Polda Sumbar dan Bareskrim, yang dipimpin Dirkrimsus sebelumnya, Arly, belum cukup bukti saat itu. Makanya di-SP3, dihentikan," ujarnya.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade menegaskan Polda Sumbar sudah menerbitkan SP3 kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang menimpa Indra Catri. Hal ini dinilai menunjukkan dugaan upaya kriminalisasi pilkada begitu kental terhadap pasangan yang diusung Gerindra itu.

"Tanggal 24 September 2020 malam, Pak Indra Catri sudah menerima SP3. Kenapa ini kami luruskan? Supaya masyarakat Sumbar tahu kalau beliau tidak bersalah. Dan kami menilai dugaan kriminalisasi terhadap beliau sangat kental. Ini berbahaya bagi perkembangan demokrasi di Sumbar. Terutama pilkada badunsanak yang biasanya ada di tengah-tengah kita," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/11/2020).

Andre menyebutkan hal itu terpaksa diungkapkannya karena masih ada upaya-upaya mendiskreditkan pasangan Nasrul Abit dan Indra Catri (NA-IC) dengan status tersangka yang disandang IC sejak surat tap/33/VII/Reg 2.5/2020 /Ditreskrimsus tanggal 10 Agustus 2020. Padahal, kata dia, status itu sudah hilang dengan keluarnya SP3.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolri dan Kabareskrim serta Kapolda Sumbar yang sudah menilai kasus ini secara profesional. Bahkan diduga mutasi atau kepindahan Dirkrimsus Polda Sumbar ke Mabes Polri karena dugaan keterlibatan dalam masalah ini. Kami ingin masalah ini clear dan pilkada berjalan sesuai dengan semestinya," ungkapnya.

Andre pun berharap pernyataannya ini membuat status Indra Catri terang benderang. "Jangan ada lagi jadi fitnah di lapangan. Pak IC orang bebas dan tak bersalah. Saya ingatkan para pihak yang bermain di air keruh agar berhati-hati. Kami ingin fokus pilgub bersih tanpa membawa-bawa masalah yang sebenarnya diada-adakan saja," jelas Andre.

Lihat juga video 'Kapolda Metro: Siapapun Pelanggar Protokol Kesehatan Akan Ditindak Tegas!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2