Pengecer dan Bandar Narkoba di Kota Bima Dibekuk Polisi

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 14:41 WIB
Ilustrasi narkoba, sabu putau ganja
Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom
Jakarta -

Tim Sat Narkoba Polres Bima Kota kembali meringkus dua terduga pelaku yang terlibat dalam peredaran gelap narkoba di Kota Bima. Polisi dibawah pimpinan Kasat Narkoba Iptu Ramli itu pun berhasil mengamankan sejumlah barang bukti narkoba hingga senjata rakitan.

Seorang warga Kelurahan Pane, AK alias Sul (30) yang diduga sebagai pengecer narkoba, dibekuk di kos-kosan di bilangan Waki Kelurahan Manggemaci, Kamis (19/11).

"AK mengaku, barang yang ada pada dirinya didapat dari IM alias Rasu (42) yang juga warga Pane," ungkap Kapolres Bima Kota AKBP Harto Tejo Wicaksono dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/11/2020).

Diketahui, ditangan AK, polisi menyita barang bukti 1 lembar plastik klip berisi serbuk kristal di duga shabu berat kotor 0,27 gram (berat bersih 0,06 gram), 1 buah bong, 1 buah tutupan bong, 3 buah potongan pipet, 1 lusin piring, 1 buah Hp Samsung warna putih, 1 buah Hp Xiomi warna silver, 1 buah dompet warna hitam, uang kertas sebanyak Rp. 1.350.000, 1 buah tas kecil warna merah, 1 buah korek api gas, 1 buah tabung kaca, dan 2 buah potongan pipet.

Setelah mengamankan AK dan barang bukti itu, tim Sat Narkoba langsung mendatangi kos-kosan IM di Kelurahan Dara dan berhasil membekuk IM yang selama ini menjadi DPO kasus narkoba.

Saat penangkapan kata Kapolres, IM melakukan perlawanan terhadap tim Satres Narkoba, sehingga tim melakukan tindakan terukur dengan cara menembak dan mengenai betis kaki sebelah kanan. "Setelah IM berhasil dilumpuhkan, tim langsung melakukan penggeledahan kamar kos," terangnya.

Saat penggeledahan, tim Sat Narkoba menemukan dan mengamankan barang bukti berupa 1 Bungkus plastik klip berisi serbuk kristal yang diduga sabu berat kotor 99,16 gram dengan berat bersih 98,81 gram.

Ada juga 31 lembar plastik klip berisi serbuk kristal diduga shabu berat kotor 34,51 gram (berat bersih 26,76 gram), kemudian 22 lintingan plastik klip berisi serbuk kristal diduga sabu berat kotor 25,51 gram dan berat bersih 20,01 gram.

Setelah itu, 2 bungkus plastik berisi daun batang dan biji kering diduga ganja berat kotor 33,62 gram (berat bersih 32,22) gram, 7 plastik klip berisi daun batang dan biji kering diduga ganja berat kotor 4,28 gram (berat bersih 2,53) gram, berat kotor ganja keseluruhan 34,75) gram (berat bersih Ganja 34,75) gram.

Kemudian, 2 buah tabung kaca, 1 buah timbangan, 1 buah gunting, 1 buah isolasi, 1 ATM BNI, 1 buah Hp Nokia warna Hitam, 1 buah kotak warna hitam, 24 butir kapsul jenis Tramadol dan uang sebanyak Rp. 6 250.000.

Selain itu, dalam penggeledahan yang dilakukan oleh Tim Satres Narkoba juga ditemukan satu pucuk senjata api rakitan, 1 bh magazen berisi peluru sebanyak 5 butir, 6 butir peluru SS1, yang mana barang tersebut merupakan barang yang sangat berbahaya bagi keselamatan orang lain maupun dirinya sendiri sehingga Tim bergerak cepat untuk mengamankan senpi dan peluru tersebut.

Khusus masalah senjata api rakitan yang ditemukan oleh tim dalam penggeledahan di kos-kosan IM, penyidik akan menyelidiki lebih jauh tentang asal usul senpi rakitan tersebut. "Kini kedua pelaku bersama barang bukti diamankan di Satresnarkoba," pungkasnya.

Lihat juga video 'Bandar Sabu Ditembak dalam Mobil di Sulawesi Selatan':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)