TKI Didakwa Sihir Majikan-Bebas dari Hukuman Mati Akhirnya Pulang ke RI

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 11:08 WIB
KBRI di Riyadh Arab Saudi
KBRI di Riyadh Arab Saudi (Foto: dok. Istimewa)

Sebagai gantinya, Lili dihukum 8 tahun penjara dan 800 cambukan karena dia tetap diputus bersalah. Mendengar putusan tersebut Lili pasrah. KBRI Riyadh dan pengacara menerima dan menyampaikan keputusan Lili kepada pengadilan.

Keputusan sidang tersebut inkrah dan Januari kemarin masa tahanan Lili habis. KBRI Riyadh berupaya memindahkan Lili dari Penjara Shagra ke Penjara Riyadh agar mempermudah proses komunikasi dan pengurusan penyelesaian administrasi dan persiapan pemulangan.

"Saya menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada KBRI Riyadh yang selalu mendampingi saya hingga saya bisa dipulangkan ke Tanah Air," ucap Lili terisak saat akan meninggalkan Arab Saudi, Rabu lalu.

Sementara itu, Dubes Agus Maftuh menilai sosok Lili patut diteladani karena sabar dan tabah menjalani hukumannya. Selama masa tahanan, tambah Agus Maftuh, Lili memanfaatkan waktu untuk menghafal Al-Qur'an.

"Lili ini patut menjadi teladan. Ia dengan sabar dan tabah menjalani hukuman. Bahkan, di tengah hukuman itu, ia tekun menghafalkan Al-Qur'an. Di sisi lain, kita harus menghormati hukum Arab Saudi. Perbuatan sihir di sini memang dapat menyebabkan hukuman mati," tutur Agus.

KBRI Riyadh mengungkapkan terdapat 140 WNI yang overstay dalam pesawat yang ditumpangi Lili, Rabu lalu. Dari 140 WNI, 117 di antaranya diberangkatkan dari rumah detensi imigrasi/deportasi (tarhil) dan 23 lainnya dipulangkan dari shelter penampungan KBRI Riyadh.

Ratusan WNI itu seharusnya dikenai denda 30 ribu riyal per orang. Namun KBRI Riyadh berhasil bernegosiasi. Denda mereka dengan total senilai Rp 15,5 miliar pun bisa dibebaskan.

"Berkaca pada pembebasan WNI hukuman mati sebelumnya, proses pemulangan dapat memakan waktu hingga 1 tahun, sebagaimana terakhir kasus Etty binti Toyib Anwar, terpidana hukuman mati yang dibebaskan KBRI Riyadh dengan diyat sebesar 4 juta riyal (sekitar Rp 15,5 miliar)," tutur Dubes Agus.

Halaman

(aud/idh)