Soal Pergantian Kapolri, Ini Masukan yang Akan Disampaikan Kompolnas ke Jokowi

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 12:33 WIB
Poengky Indarti
Poengky Indarti (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wacana pergantian Kapolri semakin mengemuka menjelang Jenderal Idham Azis memasuki masa pensiun pada awal 2021. Kompolnas nantinya akan memberikan sejumlah pertimbangan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait jejak rekam calon Kapolri.

"Kompolnas akan melihat data track record dan prestasi calon-calon Kapolri, dan akan memberikan pertimbangan kepada Presiden untuk calon-calon yang track record dan prestasinya terbaik," kata juru bicara Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan, Jumat (20/11/2020).

Poengky lantas membeberkan sejumlah aturan mengenai pergantian Kapolri dan tugas Kompolnas. Menurut dia, pertimbangan Kompolnas yang akan disampaikan kepada Presiden harus merujuk ke Pasal 11 ayat (6) UU Nomor 2 Tahun 2002.

"Sedangkan untuk pergantian Kapolri, berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 38 ayat (1) huruf b Kompolnas bertugas memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kapolri," ujar Poengky.

"Merujuk Pasal 11 ayat (6) UU Nomor 2 Tahun 2002, calon Kapolri adalah perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang masih aktif dengan memperhatikan jenjang kepangkatan karier. Oleh karena itu, nantinya, ketika memberikan pertimbangan kepada Presiden, kami berpedoman pada Pasal 11 ayat (6) UU Nomor 2 Tahun 2002," sambung dia.

Poengky menjelaskan jenjang kepangkatan yang dimaksud di atas adalah prinsip senioritas dalam arti penyandang pangkat tertinggi di bawah Kapolri. Selain itu, jenjang karier juga termasuk dalam pertimbangan.

"Sedangkan yang dimaksud dengan jenjang karier ialah pengalaman penugasan dari perwira tinggi calon Kapolri pada berbagai bidang profesi kepolisian atau berbagai macam jabatan di kepolisian," ujar dia.

Poengky juga menanggapi terkait rotasi besar-besaran yang dilakukan Kapolri Jenderal Idham Azis. Menurut dia, rotasi tersebut merupakan hal yang biasa dalam tubuh Polri.

"Rotasi besar-besaran yang baru terjadi setahu saya hanya mutasi biasa, Mas. Tour of duty. Ada yang pensiun sehingga harus diganti, ada yang sekolah sehingga harus digantikan dengan yang lain, ada yang sudah dianggap cukup bertugas di satu tempat dan perlu dimutasi ke tempat lain untuk penyegaran dan pembinaan karier, serta ada juga yang reward & punishment. Misalnya untuk punishment adalah Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar," ujar Poengky.