ADVERTISEMENT

Pernyataan Lengkap Pangdam Jaya Kritik Habib Rizieq-Singgung Pembubaran FPI

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 12:32 WIB
Jakarta -

Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengkritik ucapan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab di acara Maulid Nabi. Selain itu, dia berbicara tentang pencopotan baliho Habib Rizieq oleh prajurit TNI yang dia sebut atas perintahnya.

Hal itu disampaikan Dudung usai memberikan arahan apel terkait kesiapan menghadapi bencana banjir dan Pilkada Serentak 2020 di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020). Dudung awalnya bicara soal kesiapan TNI, Polri, Satpol PP menghadapi bahaya banjir dan Pilkada 2020.

"Pada pagi hari ini sengaja dilakukan apel bersama TNI, Polri, dan Pol PP, serta komponen lainnya, untuk mengecek sejauh mana kesiapan pasukan, termasuk komponen lainnya, dalam rangka mengantisipasi bahaya banjir di wilayah Jakarta. Kemarin kita sudah melaksanakan untuk mengecek siapa berbuat apa apabila banjir ini terjadi. Kemungkinan sekitar bulan-bulan Desember, bahkan mungkin Januari," kata Dudung.

Kemudian Dudung ditanyai wartawan soal Habib Rizieq menyangkut ucapan dengan bahasa kotor di acara Maulid Nabi. Dudung mengaku prihatin dan tak terima sebagai seorang muslim.

"Ucapan dan tindakan itu harus baik, harus baik. Saya sebagai orang Islam prihatin kalau ada seorang habib di peringatan Maulid Nabi bahasa dan ucapannya kotor, saya prihatin dan tidak terima sebagai orang muslim," ujar Dudung.

Dudung kemudian menjawab pertanyaan soal video viral orang berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq. Mantan Gubernur Akademi Militer itu mengatakan penurunan baliho Habib Rizieq atas perintahnya.

"Begini, kalau siapa pun di republik ini, ini negara, negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, nggak ada itu. Nggak ada," kata Dudung.

"Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu, FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja," tegas Dudung.

Berikut tanya jawab lengkap Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dengan wartawan:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT