Pangdam Jaya: Kalau Habib Ucapannya Kotor di Maulid, Saya Muslim Tidak Terima!

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 10:39 WIB
Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman saat memimpin apal pencegahan penyebaran COVID-19 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (14/9/2020). Agung Pambudhy
Mayjen TNI Dudung Abdurachman (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman angkat bicara soal ucapan dengan bahasa kotor dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Dudung prihatin terhadap kondisi tersebut.

Hal itu disampaikan Dudung di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020). Dudung awalnya menyinggung seorang tokoh agama dengan ucapan tidak baik.

"Hujatan-hujatan HRS kepada TNI dan Polri, kalau katanya sebagai imam besar, kalau dibilang sebagai kiai atau habib, karena habib atau kiai itu selalu hatinya baik. Jadi kalau ucapan tidak baik, bukan habib namanya itu. Saya ini orang Islam juga," kata Dudung.

Menurut Dudung, Islam mengajarkan kebaikan kepada seluruh isi alam semesta. Dia meminta semua pihak, tanpa terkecuali, menjaga tutur kata.

"Mengajarkan selalu Islam itu agama yang rahmatan lil alamin, agama yang mengajarkan kasih sayang, untuk seluruh alam semesta, bukan hanya untuk manusia saja. Kemudian jangan asal bicara sembarangan, jaga dari siksa api neraka," ucapnya.

Mantan Gubernur Akademi Militer ini prihatin terhadap adanya habib yang berucap dengan bahasa kotor. Dudung tak terima atas ucapan tokoh agama tersebut.

"Ucapan dan tindakan harus baik. Saya sebagai orang Islam prihatin kalau ada seorang habib di peringatan Maulid Nabi bahasa dan ucapannya kotor. Saya prihatin dan tidak terima sebagai orang muslim," imbuhnya.

Tonton video 'Blak-blakan Prof Jimly 'Jangan Hadapi Habib Rizieq Seperti Mau Perang'':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2