Round-Up

Kolaborasi Bandar Narkoba-Perampok Demi Senpi Dibongkar Polisi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 04:31 WIB
A shot is fired by Canadas Zina Kocher as she competes in the Womens Biathlon 4x6 km Relay at the Laura Cross-Country Ski and Biathlon Center during the Sochi Winter Olympics on February 21, 2014, in Rosa Khutor, near Sochi.  AFP PHOTO / KIRILL KUDRYAVTSEV        (Photo credit should read KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images)
ilustrasi (Foto: AFP)
Pekanbaru -

Polisi berhasil menangkap 9 tersangka kasus peredaran narkoba di Pekanbaru, Riau. Setelah diselidiki, komplotan itu kolaborasi antara bandar narkoba dengan para perampok.

Dari 9 orang pelaku, 7 di antaranya merupakan bandar narkoba kelompok Dumai dan 2 lainnya merupakan residivis kasus perampokan. Dua residivis itu menyuplai senjata api kepada para bandar narkoba.

Senjata api organik dan rakitan yang disuplai kedua residivis itu berasal dari Aceh hingga Sumatera Selatan. Harganya pun bervariasi. Mulai dari Rp 1,5 hingga Rp 20 juta.

"Senjata organik kaliber 45 mereka beli dari Aceh dengan harga Rp 20 juta. Kelompok bandar narkoba ini memiliki senjata api karena mereka merekrut dua orang residivis kasus perampokan," ujar Direktur Resnarkoba Polda Riau Kombes Victor Siagian saat dihubungi, Kamis (19/11/2020).

Dua residivis itu terlibat aksi perampokan di toko perhiasan di Pekanbaru. Perekrutan residivis itu diduga untuk memperkuat kelompok bandar narkoba Dumai ketika berperang melawan kelompok bandar narkoba Medan demi berebut ekstasi dan sabu.

Selanjutnya
Halaman
1 2