Polisi Ungkap Bandar Narkoba di Riau Dapat Senpi Usai Rekrut Perampok

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 13:59 WIB
ilustrasi penembakan
Ilustrasi senjata api (Foto: Internet)
Pekanbaru -

Polda Riau menangkap sembilan orang yang diduga terlibat jaringan bandar narkoba serta mengamankan tujuh pucuk senjata api. Senjata api yang dimiliki bandar narkoba ini diduga dibeli dari Sumatera Selatan (Sumsel) dan dari Aceh.

"Dalam penangkapan sembilan tersangka jaringan narkoba kemarin, kita mengamankan tujuh senjata api. Ada senjata rakitan, ada yang yang organik. Mereka ini membelinya ada yang dari Sumsel, ada yang dari Aceh," kata Direktur Resnarkoba Polda Riau Kombes Victor Siagian saat dihubungi, Kamis (19/11/2020).

Victor mengatakan para tersangka ini membeli senjata api rakitan dengan harga bervariasi. Ada senjata api rakitan seharga Rp 1,5 juta, ada pula yang seharga Rp 3,5 juta.

Selain itu, ada senjata organik yang mereka beli dari Aceh seharga Rp 20 juta. Selain itu, Victor mengatakan ada kelompok bandar yang merekrut dua orang residivis kasus perampokan.

"Senjata organik kaliber 45 mereka beli dari Aceh dengan harga Rp 20 juta. Kelompok bandar narkoba ini memiliki senjata api karena mereka merekrut dua orang residivis kasus perampokan. Dia ini perampok toko beras di Dumai serta melakukan aksi perampokan toko perhiasan di Pekanbaru," kata Victor.

Victor mengatakan pihaknya bakal mengusut alur peredaran narkoba dari kelompok yang diamankan ini. Dia menyebut bergabungnya residivis perampok bersenpi ini diduga memicu aksi perebutan sabu dan ekstasi dari kelompok bandar narkoba lain.

"Jadi ini ada dua geng narkoba yang bermain, hanya saja satu geng bandar narkobanya tidak bersenjata. Namun kelompok bandar narkoba ini kelompok bersenjata," tutur Victor.

Selanjutnya
Halaman
1 2