Perang Bandar Narkoba di Riau, Polisi Tangkap 9 Pelaku dan Sita 5 Senpi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 21:13 WIB
Ilustrasi narkoba, sabu putau ganja
Ilustrasi narkoba. (Mindra Purnomo/detikcom)
Pekanbaru -

Tim Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru menangkap dua kelompok bandar narkoba yang perang memperebutkan sabu dan ekstasi. Polisi mengamankan 5 pucuk senjata api dengan 9 tersangka.

"Kita mendapatkan 9 tersangka para pelaku perang bandar narkoba. Ini ada dua kelompok yang sedang merebutkan narkoba yaitu sabu-sabu dan inex, seberat 50 kg (sabu) dan 10 ribu inex," kata Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi kepada wartawan, Senin (16/11/2020).

Agung menjelaskan awalnya pihaknya menangkap mobil Kijang Innova yang dibawa oleh kelompok bandar narkoba di Jl Yos Sudarso Pekanbaru. Ada 4 orang yang ditangkap pada 13 November lalu.

Mereka adalah Heri alias Belong, Amat Prihadi alias Pras, Aryanto, dan Jasmeldi alias Medi. Barang bukti yang ditemukan dalam mobil tersebut sebanyak 5 pucuk senjata api rakitan.

"Saat diinterogasi, mereka ini sedang ditunggu rekannya di Jl Kubang Raya. Pada saat itu juga tersangka Jasmeldi melakukan percobaan perampasan terhadap senjata api rakitan yang anggota amankan sehingga dilakukan tindak tegas terukur pada kaki yang bersangkutan," kata Agung.

Dari penangkapan ini, selanjutnya dilakukan pengembangan untuk menangkap satu pelaku lainnya bernama Nyoto, yang juga memiliki senjata api. Selanjutnya polisi juga mengamankan 4 pelaku lainnya, yaitu Eka Sahputra, Ipan, Zulkifli, dan Haryono.

"Dari pengembangan kepemilikan senjata api ini, kemudian dapat menemukan fakta perang bandar narkoba di Dumai dan Pekanbaru, saudara Belong adalah salah satu dari kelompok bandar di Dumai. Yang kemudian kelompok Dumai, perang (dengan) bandar Medan. Bandar Dumai itu, saudara zul, Belong Nyoto dan Ipan cs. Bandar Dumai ini dalam perangnya mereka berebut 50 kg sabu-sabu dan 10 ribu ekstasinya, yang kita ditangkap sebelumnya atas penemuan 24 kg sabu yang ada di atas truk di Bukit Kapur, Dumai beberapa waktu yang lalu," kata Agung.

Selanjutnya
Halaman
1 2