Tito Ancam Copot Kepala Daerah, Komisi A DPRD DKI: Warning untuk Semua

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 17:09 WIB
Jakarta -

Komisi A DPRD DKI Jakarta menyebut instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang mengancam akan mencopot kepala daerah yang abai terhadap protokol kesehatan COVID-19 sebagai peringatan. Komisi A DPRD DKI memandang ancaman itu pun tak hanya untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, tapi juga untuk seluruh kepada daerah.

"Instruksi pencopotan, saya melihat sebagai warning untuk kepala daerah semuanya, bukan hanya Jakarta. Yang seolah-olah memberikan 'toleransi' terhadap kerumunan yang tidak menaati aturan dalam protap dan ketentuan jumlah," kata Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, saat dihubungi, Kamis (19/11/2020).

Mujiyono menilai adanya instruksi tersebut berawal dari kerumunan Habib Rizieq Syihab (HRS). Jadi, Mendagri Tito Karnavian mengeluarkan instruksi tersebut.

"Awalnya dari situ, dari HRS (Habib Rizieq Syihab) datang, massa penyambut banyak bener, bisa dari seluruh Indonesia, dikhawatirkan, ada potensi penularan. Maulid di Tebet. Kemudian (Maulid) Tanah Abang (Petamburan). Akhirnya semua orang dipanggil (polisi)," ucapnya.

Namun, Mujiyono juga menyebut beberapa kasus di luar Jakarta. Namun, kasus tersebut tidak seheboh kerumunan massa Habib Rizieq.

"Sebelumnya sudah terjadi, kalau mau cermati, salah satunya dangdutan di Tegal, tapi nggak sedahsyat sekarang," kata politikus Demokrat tersebut.

Bagi Mujiyono, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan langkah antisipasi. Beberapa hal dilakukan untuk antisipasi penularan.

"Udah diingatkan, Satpol PP turun pake Toa, ingetin. BNPB melalui pemerintah, Pak Doni Monardo juga mengirimkan masker dan hand sanitizer," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2