Kasus Penipuan, Ketua Arisan 'Sosialita Manja' di Sulsel Dibui 1 Tahun

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 16:21 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Kelvina Laurens (34) alias Vina dihukum 1 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi (PT) Makassar. Dia terbukti melakukan serangkaian penipuan dengan modus arisan 'Sosialita Manja' dan meraup miliaran rupiah.

Hal itu tertuang dalam putusan PT Makassar yang dilansir di website Mahkamah Agung (MA), Kamis (19/11/2020). Di berkas tersebut tertulis aksi Vina berlangsung dalam kurun 2018-2019.

Vina membuat grup di Facebook dengan nama Arisan Sosialita Manja (ASM). Arisan online yang dibentuk oleh Vina terdiri dari 4 grup, yaitu Arisan Menurun, Arisan Duet, Arisan Flat, dan Arisan Bid (tembak). Apa maksudnya jenis arisan itu?

1. Arisan Menurun yaitu dengan cara member atau anggota menyetor ke rekening Vina dengan nilai nominal yang berbeda tergantung nomor urut arisan. Makin di atas nomornya makin tinggi penyetorannya karena cepat mendapat arisan. Semakin di bawah nomornya nilai setorannya semakin kecil karena jangka waktu untuk mendapatkan arisan semakin lama. Tetapi jumlah didapatkan semua sama nilainya.

2. Arisan Duet yaitu arisan yang bentuk dua kelompok. Di mana kelompok pertama sebagai peminjam dan kelompok kedua sebagai pendonor atau pemodal. Cara memulai arisan tersebut adalah Vina sebagai ketua membentuk grup duet di WhatsApp yang isinya para peminjam dan para pendonor. Setelah member atau anggota peserta arisan terkumpul menyetor dana ke Vina sebagai ketua arisan. Kemudian Vina sebagai ketua arisan menyalurkan sesuai dengan kesepakatan nilainya dan diwajibkan kepada peminjam untuk mengembalikan dana sesuai jangka yang telah disepakati bersama ketua dan pendonor baik berupa keuntungan ataupun pokok ditambah keuntungan.

3. Arisan Flat yaitu member membayar hanya sekali dengan nominal yang sama kepada Vina selaku ketua. Pembayaran dengan cara ditransfer. Kemudian dalam jangka delapan hari ke depan pencairan pertama sesuai dengan nomor urut peserta member. Semakin cepat cair semakin sedikit keuntungan dan semakin lama cair keuntungan semakin besar.

4. Arisan Tembak (Bid) yaitu setiap member atau anggota arisan menyetor dana ke rekening milik Vina dengan dan setelah putaran kedua member yang nilai tertinggi penawarannya itulah yang yang mendapat arisan.

Grup arisan yang dibuat Vina di Facebook mendapat sambutan luar biasa dari netizen. Mereka ramai-ramai mendaftar dan ikut arisan tersebut. Uang yang terkumpul mencapai Rp 10 miliar.

Belakangan terungkap, ternyata arisan itu hanya modus belaka. Peserta arisan mulai curiga karena uangnya tidak pernah kembali. Korban akhirnya melapor ke kepolisian. Vina pun ditahan dan diproses secara hukum.

Pada 23 September 2020, PN Makassar menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan bui kepada Vina. Majelis hakim menyatakan Vina terbukti dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik.

Atas hal itu, Vina dan jaksa mengajukan banding. Ternyata hukuman diringankan oleh PT Makassar.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan denda Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 1 (satu) bulan," ujar majelis yang diketuai Nasaruddin Tappo dengan anggota Ahmad Gaffar dan Mustari.

Mengapa hukuman Vina diringankan? PT Makassar menyatakan peristiwa tersebut bukan semata-mata kesalahan terdakwa. Sebab berdasarkan keterangan saksi menerangkan bahwa benar setahu saksi uang tersebut diberikan ke beberapa peminjam yang sampai sekarang macet karena sudah tidak bisa membayar pinjaman yang diberikan.

"Terdakwa tidak bisa lagi melakukan pembayaran kepada member atau anggota arisan yang telah mendapat giliran arisan karena banyak member yang meminjam yang tidak dapat mengembalikan dananya kepada Terdakwa selaku ketua arisan," ujar majelis.

(asp/idn)