Adik Ipar Ungkap Gaya Hidup Mewah-Usaha 'Fiktif' Menantu Nurhadi

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 20:24 WIB
Penyidik KPK menuntaskan penyidikan eks Sekretaris MA Nurhadi serta menantunya Rezky Herbiyono. Keduanya pun diketahui akan segera disidang.
Rezky Herbiyono (Ari Saputra /detikcom)
Jakarta -

Jaksa KPK menghadirkan adik ipar Nurhadi, Rahmat Santoso, dalam sidang lanjutan kasus suap dan gratifikasi pengurusan perkara. Rahmat di sidang mengungkapkan gaya hidup mewah menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono.

Awalnya, jaksa bertanya mengenai latar belakang keluarga Rezky Herbiyono sebelum menikah dengan anak Nurhadi. Rahmat mengatakan Rezky sudah bergaya hidup mewah dari sebelum nikah dan kerap bergonta-ganti kendaraan.

"Setahu saya orang tua yang laki meninggal, kemudian sebelum menikah dia sudah ada Ferrari, yang tadinya ada Mercedes-Benz apa gimana saya nggak terlalu mengikuti. Cuma ada beberapa teman katanya sewa apa gimana, apa gimana," kata Rahmat saat bersaksi di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Rabu (18/11/2020).

Rahmat juga mengatakan Rezky memiliki usaha properti berupa perumahan di Bali bernama The Cliff. Namun, belakangan dia mengetahui perumahan itu fiktif.

Gaya hidup Rezky juga sewaktu pacaran dengan anak Nurhadi terlihat mewah. Rezky kerap membawa mobil Ferrari hingga Lamborghini.

"BAP Saudara mengatakan saat kuliah, Lia kuliah dengan ibu saya tinggal di Regency 21 di Surabaya, jadi yang dikontrak atau sewa oleh Tin Zuraida dan Nurhadi. Dan Nurhadi meminta ibu saya tinggal dengan Lia untuk menjaga Lia yang sedang kuliah di Universitas Airlangga. Kemudian kendaraan Ferrari dan Lamborghini milik Rezky diparkir di rumah Regency 21 Surabaya, dan ketika ditanya ibu saya di depan saya oleh Nurhadi, 'kenapa Rezky Herbiyono punya kendaraan yang dimaksud padahal kendaraan nggak jelas, dan nggak jelas asal-usulnya'," kata jaksa membacakan BAP.

"Nurhadi sempat membela Rezky Herbiyono dengan mengatakan bahwa Rezky Herbiyono adalah pengusaha sukses dan punya perusahaan di Bali dengan nama The Cliff (yang belakangan saya ketahui fiktif)?" tanya jaksa ke Rahmat.
BAP itu lantas diamini Rahmat. Dia mengaku belakangan tahu bahwa perusahaan The Cliff yang dibanggakan Nurhadi itu adalah fiktif.

"Iya. Setelah saya katakan 'ituThe Cliff gimana sih ceritanya' katanya Supriyo Waskito 'nggak ada Om'," kata Rahmat menirukan percakapan dengan Supriyo saat itu.

Dalam persidangan ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah Nurhadi dan Rezky Herbiyono. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp 83 miliar terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi dalam kurun waktu 2012-2016.

Uang suap ini diterima Nurhadi dan Rezky dari Hiendra Soenjoto selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) agar keduanya membantu Hiendra dalam mengurus perkara. Jaksa menyebut tindakan Nurhadi itu bertentangan dengan kewajibannya sebagai Sekretaris MA.

(zap/isa)