Kinerja Sangat Tinggi, Sukabumi Berpeluang Raih Penghargaan dari Presiden

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 05:16 WIB
Sukabumi berpeluang raih penghargaan presiden.
Foto: Sukabumi berpulang raih penghargaan presiden (Dok. Istimewa)
Sukabumi -

Pemerintah Kabupaten Sukabumi berpeluang mendapat penghargaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena berturut-turut masuk 10 besar dalam kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah dengan status sangat tinggi. Hal itu berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD).

Hal itu diungkap Kasubdid Evaluasi Kinerja Wilayah II Dirjen Otda Kemendagri RI Agusteno Siburian saat menghadiri pembukaan bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan indikator kinerja kunci (IKK) Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) tahun 2020, Selasa (17/11/2020), di Sukabumi.

"Sejak 2018 dan 2019, secara berturut turut Kabupaten Sukabumi menampilkan kinerja sangat tinggi dan masuk 10 besar. Kalau tiga tahun berturut turut masuk 10 besar, akan dapat penghargaan tertinggi dari presiden," ucap Agusteno seperti dikutip detikcom dari website Pemkab Sukabumi.

Agusteno juga mengaku bangga melakukan pembinaan di Kabupaten Sukabumi. Pihak terkait harus memberikan yang terbaik buat kinerja Bupati. "Apresiasi yang setingi tingginya untuk Kabupaten Sukabumi," imbuh dia.

Kegiatan itu juga diselingi penyerahan piagam penghargaan dari Kemendagri kepada Kabupaten Sukabumi yang diserahkan langsung oleh perwakilan Kemendagri.

Sementara itu, Pjs Bupati Sukabumi R. Gani Muhamad mengatakan, sejak 2015 peringkat pelaporan LPPD Kabupaten Sukabumi terus naik. Bahkan puncaknya di 2018 dan 2019 masuk 10 besar. "2018 kita peringkat ke 7 secara nasional," terang Gani.

Keberhasilan tersebut disebut Gani berkat kinerja yang penuh komitmen dan dedikasi. "Atas komitmen bersama, mari kita tingkatkan capaian yang telah diraih ini," bebernya.

Selain itu, Bimtek IKK sebagai bentuk penyesuaian. Sebab adanya perubahan di bidang LPPD. "Pemahaman teknis dan tata cara penyusunan LPPD harus segera dikuasai. Keberadaan narasumber harus memberikan pencerahan," paparnya

(sya/rfs)